Friday, January 16, 2015

#NyantriDiRussia : Uncompleted Assignment

       
Jaket yang aku pakai di hari terakhir aku membantu saudara-saudara
muslim di Yekaterinburg.
Juli 2013 bertepatan dengan bulan ramadhan 1434 Hijriyah, adalah Bulan terakhir ku di Yekaterinburg. 19 juli 2013, pembukaan acara shatyer ramadhan III Prosveshenie adalah hari penutupan keberadaan ku di Yekaterinburg karena keesokan harinya, tanggal 20, aku harus meninggalkan tempat yang sudah memberiku banyak pelajaran selama 3 tahun terakhir ini.
          Perasaan ku bertarung antara senang dan sedih. Senang karena aku sudah menyelesaikan tugas yang sudah menjadi tanggung jawab ku dan  selanjutnya aku akan kembali pulang ke tanah air, sekaligus sedih karena aku harus berpisah dengan saudara-saudara seiman yang sudah meyatu kuat dengan batin ku.

#NyantriDiRussia : Kritina Garchenko

Kritina Garchenko

Mahasiswa UrFU
yang membuatku suka tinggal di Yekaterinburg adalah, aku berteman dengan orang-orang yang berpikiran terbuka dan tidak menutup diri untuk berdialog. Terlebih, sebagai seorang muslim, aku sangat bangga ketika bisa membagi pengetahuan tentang islam kepada teman-teman kuliah atau main ku.

Aku berpendapat, dakwah bukan lah tugas seorang da’i, kyai atau ustadz. Setiap muslim adalah representasi dari islam. Terlebih ketika menjadi muslim di negara seperti Russia, setiap ucapan dan tindakan seorang muslim pasti akan selalu di perhatikan.

Celakanya, kadang orang akan salah menilai. Setiap tindakan dari orang yang mengaku “muslim” akan selalu di identikkan dengan islam. Tindakan orang tidak bisa dipukul rata berdasarkan agamanya. Orang islam ada yang baik, ada juga yang tidak baik, ada yang pemarah ada yang sabar, ada yang malas ada juga yang rajin. Begitu juga orang non muslim.

#NyantriDiRussia : JUM’AT

JUM’AT
Jamaah sholat Jum'at UrFU
Yang aku suka dari setiap hari jum'at adalah, kita bisa bertemu dan bercengkrama dengan teman-teman muslim dari negara mana saja.
Mungkin ini adalah makna sosial dari sholat jum'at. Kita bisa bertemu sapa dengan saudara seiman, saling menanyakan kabar, menanyakan si A jika tidak datang, mengetahui adakah yang sedang membutuhkan bantuan dll. Photo ini adalah photo kami, beberapa mahasiswa muslim yang ada Yekaterinburg. Kami dari Indonesia, Mesir, Tajikistan, Uzbekistan dan Guinea. #JumahMubarok #IslamRussia 

#NyatriDiRussia : Ekspedisi Islam Russia

Di depan masjid Putih Bolgar.
Awal bulan mei kemarin, dua reporter TransTV mengadakan liputan tentang islam dan kehidupan umat muslim di Russia. Rencananya, reportase dokumenter tersebut akan tayang pada bulan ramadhan.
            Alhamdulillah, kami (aku dan mbak Syiki) bisa ikut para reporter meliput beberapa tempat di Tatarstan. Foto-foto ini di ambil di masjid putih (belaya mechet) Bolgar, sekitar 300 km dari ibu kota, Kazan.
Bolgar adalah salah satu wilayah yang menjadi pintu masuk ajaran islam (sekitar abad ke-8). Disana masih terdapat beberapa peninggalan dinasti kerajaan bulgar, alquran besar dll.... pokoknya tunggu saja Bingkai Berita Ramadhan TransTV.
            In the beginning of May, two reporters from TransTV (Indonesian TV channel) came to Russia. They came in purpose to make a reportage about Islam and muslims' live in Russia, including Islam and Muslim in Tatarstan. The reportage will be shown on ramadhan in Bingkai Berita Ramadhan (TransTV).
            These photos, that i show you, were captured in Bolgar, 300 km from Kazan. Bolgar is considered as one of gateways of Islam. Islam came to Tatarstan through Volga river by VIII century.
Now, in Bolgar are still maintained some islamic heritages as ancient mosque and minaret, the big Koran etc. So, are you curious brothers and sisters ... keep stay on Bingkai Berita Ramadhan TransTV OK.


#NyantriDiRussia : Keep Performing Shalat

Keep Performing Shalat

I set my Sajdah after finding an empty class
I'm Indonesian Muslim. I have been living in Russia almost three years. i'm have been studying in Ural Federal University. here, i would like to share my experiences as a Muslim who is living in Russia. i can say, that in Russia i find different sphere specially in Islamic live style.
When i was in Indonesia, i have never found problems with my identity as a Muslim. I can practicing my faith and my religion as easy as i want. For simple sample, when the prayer time comes, i can do prayer where ever, in school, in Mall, in Hospital or even in gasoline station. it's not strange thing.
            But after coming to Russia, it's completely different. Russia is secular country. The religion is separate from government affairs. So, many people do not know about religion. People only know about Christian orthodox as a, we can say, the religion of country. The religious studies is only began  this year.
            There is no official religious days for other orthodox. In Schools, university, firms, there is no special break time for Muslim to do shalat when the time comes. Therefore, Muslim must run for finding time and suitable place to do shalat. As what we now, shalat is obligation for all Muslims regardless who they are.
            There is one university that provide public room for praying, whic is named Ural Gosudorstvenni Gorne Universitet (UrGGU). But, unfortunately, i don't study there.
            As what i do, when i have a lecture in university, i take with me my sajdah. And if there is break between lecture i look for quiet place to do prayer. I run around if there any quiet class ? if i forget my sajdah, i set the table as my praying layer.

            After finding quiet a class, i set sajdah toward Kaaba.

#NyantriDIRussia : Cerita Jum'at

Cerita Jum'at Muslim Yekaterinburg

Makan Plov setelah solat jum'at
Ya, hari jum'at adalah hari yang selalu aku tunggu. Sebagai seorang muslim tentunya kita semua sudah sangat faham bahwa hari jum'at kita diwajibkan untuk menunaikan sholat jum'at. Bagi orang yang hidup di negara dengan komunitas muslim yang banyak, mungkin pengalaman aku tidak bisa dirasakan. Namun, jika kita hidup di negara sekuler, maka kita akan merasakan bahwa menjadi muslim itu sangat indah. Sebagai contoh, hari jum'at dimana setiap muslim berkumpul bersama di masjid untuk melaksanakan sholat berjamaah. Disitu setiap muslim bisa bersalaman dan mengobrol dengan saudara se-imannya merupakan hal yang sangat mengharukan.
            Hari ini, setelah pelaksanaan sholat jum'ah, di masjid diadakan makan siang bersama dengan menu nasi khas Asia tengah "Plov". 

            Dari sejak kedatangan aku di Yekaterinburg, aku selalu berdoa agar tidak mendapat jadwal kuliah untuk hari jum’at, supaya bisa tetap sholat jum’at.

Thursday, January 15, 2015

#NyantriDiRussia : Bertahan Melawan Dingin

Bertahan Melawan Suhu Dingin Russia

Salah satu penumpang di dalam bus.

Ketika orang mendengar nama negara Russia, mungkin dalam pikiran mereka akan terlintas adalah kata kutub utara, siberia, salju dan dingin atau mungkin komunis. Dan kata terakhir (dingin) kemudian menjadi gambaran tersendiri. Hal ini memang bisa dibenarkan meskipun sebenarnya Russia mempunyai 4 musim; Zima (musim dingin), Vesna (musim semi), Leto (musim panas), dan Ocen (musim gugur).
Musim dingin di Russia secara official dimulai pada bulan Desember (untuk wilayah Moscow dan daerah yang berada di bagian bawah). Namun untuk beberapa negara federasi yang terleak dibagian atas (Ural, Siberia, atau wilayah utara), musim dingin dimulai satu bulan lebih awal, pada bulan november.
Suhu Pada musim dingin sangat beragam. Untuk yang berada di wilayah Russia bagian bawah, suhu paling rendah berada pada kisaran minus 20 namun untuk yang berada di bagian atas bisa mencapai minus 30 bahkan lebih.
Bisa terbayang, bagaimana nasib para tuna wisma. Foto di bawah ini adalah foto peminta-minta yang aku ambil di jalan.
Terima Kasih.
Seorang peminta-minta











#NyantriDiRussia : Razif Abai

Radzif Abai

Razif Davlatyin dan Saya.
Namanya Radzhif Davlatsyin (53) Aku mengenalnya sekitar bulan maret tahun 2012 di masjid Nur, di desa Oktyabirksi. Dia adalah salah satu jamaah yang biasa datang dari kota untuk belajar mengaji setiap hari minggu di desa tersebut.
Seingat ku, saat pertama kali mengenalnya, dia masih sangat blank. Saat itu dia belum bisa mengaji, bahkan untuk membedakan huruf-huruf hijaiyah pun belum bisa.
Aku masih ingat ketika bagaimana mengajarinya cara mengucap salam serta bagaimana cara menjawabnya. Pertama-tama, aku tuliskan salam dengan huruf arab kemudian aku tuliskan transkripnya dengan huruf russia untuk membantunya agar bisa membaca.
Aku juga masih ingat, bagaimana aku hampir putus asa mengajarinya untuk membedakan mana huruf jim, ha dan ho. Namun meskipun susah, aku harus tetap bangga sama dia.
Di tengah umurnya yang tidak muda lagi ditambah dengan kesibukan bekrja, dia masih mempunyai keinginan kuat untuk bisa membaca alquran dan belajar agama. Sekitar tiga bulan kita belajar bersama, Alhamdulillah Razif abai saat itu sudah bisa menghafal hafal surat alfatihah dan al-ihlas, al-falaq dan an-nas.

#NyantriDIRussia : Ksenia Bersabarlah !

Ksenia, bersabarlah … !

Selasa (4/6) siang itu, untuk kedua kalinya aku kembali mendapat telepon dari salah satu jamaah Prosveshenie yang bernama Maujida Opa.  Padahal sekitar dua puluh menit yang lalu dia baru saja menelepon, menanyakan apakah buku kenangannya masih ada di aku atau tidak.
Setelah ku angkat telepon, Maujida opa langsung berbicara. Telebih dulu, dia meminta maaf jika telepon keduanya kali ini mengganggu, namun aku katakan bahwa aku sedang santai, jadi tidak ada masalah.
Maujida opa menelephon dengan membawa sebuah berita. Dia bilang, bahwa baru saja dia dan Ksenia berbicara di telepon. Menurut cerita dari Maujida opa, Ksenia menangis ketika berbicara dengannya tadi. Ksenia sekarang dalam masalah.
Tiba-tiba diseberang sana sepi. Aku pun hanya diam. Entah mengapa aku mulai merasakan perasaan tidak enak, sedih. Sampai akhrnya Maujida Opa kembali berbicara.

#NyantriDiRussia : Penutupan kegiatan Islamic Centre “Prosveshchenie” Yekaterinburg

Perlombaan anak-anak di Islamic Centre
Ahad (12/5), aku menghadiri acara penutupan kegiatan di Islamic centre Yekaterinburg, Prosveshcheniye, untuk tahun ajaran 2012-2013. Acara dilaksanakan di gedung Prosveshcheniye yang terletak di jalan studencheskaya 56. Acara di mulai pukul 11 waktu setempat. Penutupan kegiatan tahun 2012-2013 ini dihadiri oleh sebagian besar jamaah.
Panitia membagi penutupan kegiatan ini menjadi dua. Pukul 11.00 sampai pukul 14.00 untuk dewasa, dan setelah pukul 14.00 untuk anak-anak. Di Russia, sebagian besar kegiatan pengajian akan diakhiri menjelang musim panas. Selanjutnya, selama musim panas orang-orang akan libur untuk kemudian bekerja atau berkebun.
Direktur Prosveshenie, Ruslan Nurmametov, membuka acara tersebut dengan mengucapkan terima kasih kepada para jamaah atas ketekunan mereka dalam menimba ilmu selama satu tahun ajaran yang lalu. Dalam sambutannya, Ruslan mengingatkan hadirin agar selalu mengulang pelajaran yang sudah pernah diperoleh selama belajar di Islam centre ini.

#NyantriDiRussia : Musholla ku Mana ?

Musholla Ku Mana ?

Taganski Rinok  (Pasar Taganski), pukul sepuluh, meskipun matahari belum keluar dari peraduannya,  namun para pedagang pasar sudah sedari tadi terlihat  sibuk bekerja. Para pedagang berdiri di depan lapaknya masing-masing. Beberapa kuli berlari mengangkut barang dari gudang ke kios-kios.  Beberapa yang lain menyambut truck container yang mulai memasuki arena pasar. Truck ini membawa barang impor berupa tekstil, sepatu atau barang produksi lain asal China. Barang-barang made in China masuk ke Russia melalui perbatasan China – Kirgizstan untuk selanjutnya didistribusikan ke seluruh penjuru Russia.

  ***
Aku menelusuri gang-gang di antara kios-kios. Beberapa penjaga kios menyapa ku, menawarkan barang dagangan mereka. Namun tidak satu pun dari mereka mampu memberhentikan ku; karena pikiranku hanya satu, bagaimana menemukan musholla secepat mungkin untuk sholat subuh.Sudah lima menit aku mencari musholla itu, namun tak juga ku temukan. Redupnya langit musim dingin siang itu telah membuat ku kesulitan menemukan tempat sholat yang biasanya. Namun aku yakin, aku tidak salah arah.
“Ah, jangan-jangan sudah dipindahkan lagi,” pikir ku dalam hati.

#NyantriDiRussia : Peresmian islamic Centre Yekaterinburg

Peresmian Islamic Center Yekaterinburg

Ceremonial pembukaan islamic centre
Alhamdulillah, setelah hampir tiga tahun menunggu akhirnya muslim Yekaterinburg resmi mempunyai gedung yang bisa difungsikan sebagai Islamic center. Pembukaan pusat studi islam pertama di kota terbesar ke empat di Russia ini dilaksanakan pada pukul 11, hari ahad (11/11), dibawah komando organisasi Prosveshcheniye (pendidikan).
Islamic center ini terletak di jalan studencheskaya 56. Pada awalnya, bangunan tersebut adalah apartemen 3 lantai milik penduduk yang dijual.  Kemudian,  pada musim panas, muslim Yekaterinburg membeli lantai pertama bangunan ini. Dan Setelah dilakukan beberapa renovasi, bangunan tersebut kini siap difungsikan.

#NyantriDiRussia : Ied Adha Terakhir

Ied Adha Terakhir

Di depan hewan sembelihan
Keadaannya sangat jauh berbeda. Tidak seperti di Indonesia yang mulai ramai dengan suara takbir, malam jum’at (25/10) di Yekaterinburg terasa sepi, sama saja seperti malam-malam biasa. Hanya saja malam itu,  diperasaan agak terasa lain, tepatnya agak terasa berat. Ya, harap maklum, karena malam itu adalah malam hari raya idul adha yang tentu saja hari raya adalah hari yang sangat berarti bagi setiap muslim terlebih jika bisa dirayakan bersama keluarga.
Tidak ada suara takbir, sepi. Aku hanya berbaring di kamar sedangkan dua teman ku yang juga  dari Indonesia sedang asyik dengan tugas-tugas kuliah di depan computer masing-masing. Mungkin malam itu aku tidak cukup tangguh seperti mereka untuk sekedar mengulang pelajaran. Bayangan keramaian malam idul adha di Indonesia membuat ku lesu.
Jum’at (26/10), pukul enam lebih sedikit aku bangun. Rencananya hari ini aku bersama salah satu mahasiswa dari Indonesia akan sholat ied di masjid yang terletak di wilayah Himmas. Sambil menunggu sholat subuh (Sholat Subuh masuk pukul 07.30), aku sempatkan diri membuka internet yang sudah mulai dipenuhi dengan berita idul adha.

#NyantriDiRussia : Egor, Atheis yang Membaca Kitab Suci



Egor dan kawan-kawan dari Religiovedenie.
Namanya Egor Kovalyov (24), mahasiswa fakultas filsafat program religiovedenie (study agama) di Ural Federal University. Kami belajar di fakultas dan program yang sama, hanya saja dia program bachelor (s1) dan aku satu tingkat diatasnya.
Aku mengenalnya ketika musim panas tahun 2011 lalu di masjid Ramadan Himas. Ketika itu, kami mahasiswa religiovedenie sedang mengadakan program kunjungan ke tempat-tempat ibadah yang ada di Yekaterinburg. Baik itu gereja, sinagog dan termasuk juga masjid. Kami berkomunikasi dengan para pengatut agama-agam yang ada di Yekaterinburg.
Seperti banyak pemuda Russia lainnya, sepertinya dia tidak mempunyai agama. Di halaman informasi account social website nya tercantum bahwa dia tertarik pada atheism. Beberapa postingan foto dan statusnya juga mengindikasikan bahwa dia belum tersentuh oleh satu agama apa pun.

NyantriDiRussia : Persiapan Menyambur Ramadhan Ekaterinburg.

Rapat Panitia Shatyer, Ramadhan.

Kedatangan bulan suci ramadhan tinggal menunggu hitungan hari. Umat Muslim di seluruh dunia sudah mulai disibukkan dengan persiapan penyambutan tamu agung tersebut. Tidak terkecuali dengan umat Muslim ibu kota Sverdlovskaya Oblast (Wilayah Sverdlovsk), Yekaterinburg, Russia.
Nah, bagaimana persiapan Muslim Yekaterinburg untuk menyambut ramadhan tahun ini ? Minggu (15/6), PERMIRA Yekaterinburg berhasil menemui Ruslan Hazrat Nurmametov (31), direktur  salah satu organisasi Islam di Yekaterinburg “Prosveshchenie” yang berarti pusat pendidikan.
Menurut informasi dari Nurmametov persiapan Muslim Yekaterinburg menyambut ramadhan lebih matang dari tahun lalu. Tahun ini empat organisasi Islam yang ada di Yekaterinburg terdiri dari Prosveshchenie, Shans (Organisasi Muslimah Yekaterinburg)  Kongres Tatar, dan pengurus masjid Ramazan Himmas akan bekerjasama menyambut bulan ramadhan. Diantara wujud nyata kerjasama tersebut adalah pendirian Shater Ramazan.

#NyantriDiRussia : Road to Moscow 3

Aku tidak sempat berkenalan dengan orang yang baru saja menegur ku gara-gara aku tidak menyapanya dengan “Assalaamu’alaikum”. Nampaknya dia sedang terburu-buru. Begitu juga dengan ku, aku ingin segera sholat dzuhur. Walaupun “ditegur” dengan nada agak tinggi, jujur, aku ku tidak tersinggung, justru sebaliknya, aku merasa senang.
Berbekal petunjuk dari orang tadi, aku akhirnya bisa menemukan masjid Tatar. Bagi orang yang baru sampai di Moscow memang terasa susah menemukan masjid yang paling dekat dengan KBRI ini, hal ini disebabkan oleh posisi masjid tersebut yang tertutup barisan apartemen dan beberapa bangunan. Untuk kesana pun kita harus memasuki beberapa gang. Namun tidak perlu hawatir, di jalanan kecil menuju masjid ini kita akan bertemu banyak orang yang bisa kita kira-kira bahwa mereka baru saja keluar dari masjid. Secara otomatis, rentetan orang-orang ini bisa menjadi petunjuk bagi kita untuk bisa sampai ke masjid Tatar.

#NyantriDiRussia : Road To Moscow 2

Road to Moscow 2 ; Dimarahi Orang gara-gara lupa salam

Masjid Tatar.
Singkat cerita, di perjalanan, aku mendapat teman baik. Seorang pemuda satu tahun lebih tua diatas ku. Obrolan kami selama perjalanan bisa dibilang nyambung. Bisa aku katakan, pemuda ini tidak seperti pemuda Russia lainnya. Dia begitu sopan dan terlihat bahwa dia dari keluarga yang baik dan terdidik.
Aku tiba di Moscow hari selasa (14/2/12) pukul 09.23 waktu setempat. Seperti ciri has ibu kota, Moscow is crowded (sumpek). Begitu turun kereta, aku bisa langsung merasakan hawa persaingan yang ada di Moscow. Di stasiun ini kita bisa menemukan porter (kurir) yang menawarkan jasa angkut barang dari kereta sampai ke luar stasiun. Selain kurir kita juga bisa menemukan calo. Namun, berbeda dengan di Indonesia, jika calo di Indonesia adalah calo tiket, maka di Moscow adalah calo registrasi tempat tinggal. Maklum, untuk meminimalisir kepadatan penduduk, setiap orang dari luar Moscow tidak boleh berada di Moscow lebih dari satu minggu, kecuali jika seseorang tadi terdaftar (mempunyai registrasi tempat tinggal atau tempat kerja dll).

#NyantriDiRussia : Road to Moscow 1



Akhirnya tiba saatnya aku harus pergi ke ibu kota Russia, Moscow. Kota impian bagi siapa saja yang sudah menginjakkan kakinya di bumi Russia, namun tidak bagi ku. Kepergian ku kali ini bukan untuk jalan – jalan, namun ada hal yang mewajibkan ku harus pergi ke Moscow. Pihak universitas menyuruh ku untuk mengganti paspor, oleh karenanya, tidak bisa tidak aku harus pergi ke kedutaan besar republic Indonesia (KBRI) dan mengganti paspor lama dengan yang baru. Salah satu factor yang membuat ku enggan untuk pergi ke Moscow adalah lamanya perjalanan dari tempat aku tinggal. Ya! Perjalanan dari Yekaterinburg ke Moscow menggunakan kereta paling cepat ditempuh dalam waktu 26 jam.

Tipe Gerbong Kereta Russia
Bagian dalam gerbong kereta Russia umunya berbentuk tempat tidur. Hal ini sangat wajar, mengingat lamanya perjalananan (26 jam), setiap penumpang pasti membutuhkan tempat untuk merebahkan badan. Kelas kereta di Russia umumnya terbagi menjadi tiga kelas. Platckart (sekelas ekonomi), dalam satu gerbong terbagi sembilan sekat. Dalam satu sekat terdapat 4 tempat tidur (2 diatas dan 2 di bawah = 36 tempat tidur), ditambah dua tempat tidur tingkat atas bawah disebelah samping. Setiap sekat terbuka alias tidak ada pintu.

#NyantriDiRussia : Jejak Islam Pegunungan Ural.



Photo besama di dalam masjid Fabr, Pervo Uralski.
Di awal tahun 2012 ini, kami, komunitas muslim Yekaterinburg yang tergabung dalam organisasi Prosveshchenie (bahasa Indonesia; pendidikan) mengadakan agenda napak tilas budaya islam di wilayah pegunungan Ural. Melalui kegiatan ini, diharapkan umat muslim yang tinggal di sverdlovks oblast (salah satu wilayah Russia) bisa lebih mengenal satu sama lain. Selain itu, kami berharap kunjungan ini bisa memberikan dukungan moral kepada muslim yang tinggal di pedalaman.
Suhu dingin awal tahun tidak menghalangi niatan kami untuk bersilaturakhmi kepada saudara muslim yang ada di kawasan pegunungan Ural. Selasa (3/1), dengan suhu minus 19 derajat, setelah melaksanakan sholat subuh, 15 orang dari perwakilan organisasi prosveshchenie berangkat meninggalkan kota Yekaterinburg.

Wednesday, January 07, 2015

#NyantrriDiRussia : Shans, Wadah Muslimah Yekaterinburg.

Shans, Wadah Muslimah Yekaterinburg.

Shans, sedang presentasi.
Jika Nahdhatul Ulama (NU) memiliki Fatayat, Muhammadiyah memiliki Aisyiyah, maka Muslim Yekaterinburg juga mempunyai organisasi husus untuk wanita yang bernama Shans.
Alhamdulillah, akhirnya aku bisa mendapatkan kesempatan ngobrol bersama ketua klub wanita Shans, Rozaliya Ahmetova. Di kesempatan itu, aku berusaha menggali lebih dalam lagi informasi tentan apa dan bagaimana sebenarnya  jenski klub (forum wanita) Shan itu?
Menurut keterangan dari Rozalia Ahmetova Shans dibentuk pada akhir februari 2009. Tujuan pembentukan organisasi ini antara lain adalah: sebagai sarana untuk pendidikan muslimah Yekaterinburg, forum perkenalan sesama muslimah dan sarana memperkenalkan komunitas muslimah kepada public.
Shans mempunyai beberapa agenda kegiatan, antara lain: pertemuan mingguan, pelatihan ketrampilan wanita , dan diskusi tentang Islamic mode. Selain menjalankan program kerja intern, organisasi ini juga aktif berpartisipasi di berbagai kegiatan, bekerja sama dengan organisasi lain seperti; mengadakan seminar tentang peran muslimah di era modern, ikut dalam perayaan pesta rakyat Russia seperti Sabantui, mengadakan pertemuan dengan para veteran, peringatan hari anak dan santunan ke beberapa panti asuhan.

#NyantriDiRussia : Idul Fitri di Tatarstan, Russia



Kul Sharif, Kazan.
Di seluruh wilayah Russia, 1 Syawal 1432 H secara serentak jatuh pada hari selasa (30/8/2011). Masyarakat muslim menyambut hari kemenangan ini dengan mendatangi masjid – masjid terdekat sejak pagi buta untuk melaksanakan sholat idul fitri.
Sholat idul fitri di Tatarstan kebanyakan diselenggarakan pukul 06.15 waktu setempat. oleh karena itu, banyak jamaah sholat subuh memilih menetap di masjid untuk untuk menunggu pelaksanaan sholat ied.
Masjid Kul Sharief yang terdapat di dalam kremlin (benteng) Kazan, menjadi pilihan warga yang tinggal di wilayah ibu kota untuk melasanakan sholat Idul fitri. Lebih dari dua ribu jamaah memenuhi masjid cantik kota Kazan ini, bahkan banyak jamaah yang terpaksa sholat di halaman masjid.
Pukul 05.30, dari menara masjid kul sharief terdengar pembacaan surat yasiin. Setelah itu Ramil Hazrat Yunusov, imam utama masjid kul sharief, mulai menyampaikan mau’idhoh sampai pukul 06.15. Selanjutnya Ramil Hazrat Yunusov memimpin sholat idul fitri dilanjutkan khutbah.
Selesai pelaksanaan sholat, Ramil Hazrat, melalui mimbarnya mengucapkan selamat idul fitri kepada semua muslim, “s prajdnikom … pust Allah prostit nashi grehi, ukrepit nas I nagradit za nashi starania” .

#NyantriDiRussia : Universitas Islam Russia Kazan

Universitas Islam Russia

Universitas Islam Russia, Kazan.
Rossiski Islamski Universitet (RIU), atau Universitas Islam Russia yang berada di ibu kota negara federal Tatarstan, Kazan, merupakan salah satu lembaga pendidikan tinggi pertama dan terbesar diantara lembaga – lembaga pendidikan tinggi islam yang ada di Russia.
Universitas ini dibangun pada tahun 1998 atas prakarsa sovet mufti Rossii , Duhovnoe upravlenie musulman republik Tatarstan dan institute istorii  (institute ilmu sejarah) yang kemudian dikenal dengan nama Akademi Science syeikh Mardjani. Diambil dari nama seorang tokoh agamawan Tatarstan (1818 – 1889 M).
Islamic studies seperti Adab (linguistic), Usuluddin (Theology), Syari’at (Islamic Law), dan satu program andalan Tahfidz Al-qur’an menjadi spesialisasi universitas ini.

#NyantriDiRussia : Hari Pertama Puasa

       
Jamaah tarowih hari pertama puasa di masjid Anilare.
Pukul 22.23 adzan isya mulai dikumandangkan di masjid-masjid wilayah kazan, Tatarstan, tidak terkecuali dari menara masjid Anilare yang terletak berseberangan dengan gedung utama universitas islam Russia (Rossiski Islamski Universitet - RIU).
Tepat ketika adzan mulai terdengar, aku melihat ke arah masjid melalui jendela kamar 422, asrama RIU.  Dari jendela kamar yang terletak di lantai tiga ini, suasana terlihat sepi, maklum, jika dilihat dari waktu, pukul 22.23 adalah waktunya istirahat setelah seharian beraktifitas.
Namun tidak disangka, dalam lima menit, halaman parkir masjid yang tadinya kosong sekarang penuh dengan mobil pribadi. Kendaraan-kendaraan itu milik mereka yang ingin menjalankan sholat isya’ dan tarowih pertama bulan ramadhan tahun ini.

Monday, January 05, 2015

#NyantriDIRussia : Pemuda Tatarstan menyambut Ramadhan

Pemuda Tatarstan menyambut Ramadhan

Cuaca hari terakhir bulan sya’ban (31/7), di Tatarstan, Russia, terasa begitu bersahabat. Tidak seperti hari – hari sebelumnya. Beberapa hari sebelumnya, suhu selalu di atas 32 derajat celcius, namun hari minggu lalu suhu hanya berkisar 19 – 20 derajat celcius disertai angin sejuk. Seolah – olah cuaca ikut serta menyambut kedatangan tamu agung, bulan ramadhan, yang sudah diambang pintu.
            Persiapan fisik dan mental yang dilakukan oleh muslim di Kazan sudah terlihat matang. Sejak dua hari yang lalu imam masjid “Anilare”, Ramil Gizzatullin Anasovic (25), dibantu dengan beberapa mahasiswa Russian Islamic University (RIU) sibuk m
Pemuda Tatarsatan menyambut ramadhan.
embersihkan lingkungan masjid. Shatyer Ramadhan pun sudah sempurna berdiri sekitar 20 meter disamping kiri masjid yang berada di ulitsya Gazovaya 18 (jalan gazovaya).
Hari minggu (31/7), aku menghadiri acara penutupan malam terkahir bulan sya’ban di gedung persahabatan yang terletak di ulitsya ostrovskovo 23. Meropriyatie (acara) ini diselenggarakan oleh molodejnaya obshestvennaya organizatciya “Coznaniye”[1]. Soznaniye adalah bahasa Russia yang jika di Indonesiakan berarti kesadaran atau suara hati.

#NyantriDiRussia : Tradisi sebelum puasa di Russia

Tradisi sebelum puasa di Russia

            Libur kuliah telah tiba. Kini saatnya persiapan menyambut bulan ramadhan. Setelah melalui beberapa pertimbangan, akhirnya aku memutuskan untuk tinggal di Tatarstan selama puasa ini.
            Marhaban ya Ramadhan… kalimat itulah yang biasa diucapkan untuk mengungkapkan kegembiraan dalam menyambut bulan penuh barokah begi setiap muslimin. Dalam hadis nabi diriwayatkan bahwa sepuluh hari pertama bulan puasa ini adalah rahmat (berkah dan kasih akung), sepuluh hari kedua adalah maghfiroh (ampunan dari Allah), dan sepuluh hari terakhir adalah ‘itqun min an-nar (terbebasnya dari api neraka).
            Oleh karena ramadhan adalah bulan yang luar biasa, maka setiap muslim di seluruh dunia memiliki tradisi husus untuk menyambut tamu istimewa ini.
            Bulan ramadhan 1432 hijriah jatuh pada bulan agustus. Bulan ini termasuk bulan musim panas untuk negara - negara yang memiliki empat musim, yang terletak di atas garis ekuator.

#NyantriDiRussia : Jilbab di Sabantui

Jilbab di Sabantui

Sabtu (2/7) di ibu kota propinsi Sverdlovsk Oblast berlangsung sabantui[1] gabungan dari beberapa negara federasi Russia. Acara tersebut berlangsung dari pukul 11.00 siang sampai 18.00 waktu setempat di stadion olahraga Lokomotiv, jalan Srochnaya.
            Pesta rakyat ini secara resmi dibuka oleh tiga tokoh penting; gubernur Sverdlovsk Oblast (Aleksander Misharin), president republik Tatarstan (Rustam Minnihanov) dan presiden republic Bashkortostan (Rustam Hamitov).
            Menurut catatan website kantor dinas kebudayaan dan pariwisata propinsi Ural, federalni sabantui ini dihadiri lebih dari 1500 tamu undangan yang datang dari sekitar 60 wilayah dari beberapa negara federasi Russia dan dihadiri sekitar 50 ribu pengunjung.
           
Tenda Muslim
Jilbab di Sabantui
Dalam festival rakyat ini organisasi muslim Yekaterinburg mendapatkan kesempatan berpartisipasi untuk mendirikan tenda. Tenda yang didirikan oleh organisasi muslim Yekaterinburg diberi nama “Prosveshchenie” yang berarti pusat pendidikan.
            Di tenda ini muslimin dari penjuru federasi bisa saling berkenalan untuk sekedar minum teh, mencicipi makanan ringan dan melepas lelah. Bagi yang mencari makanan halal, juga disediakan makan siang dengan menu makanan tardisional negara kawasan asia tengah (Plov).
            Dalam keikutsertaannya di festifal rakyat ini, tenda “Prosveshchenie” memiliki berbagai agenda. Diantaranya pembacaan dongen dan permainan untuk anak-anak, dialog seputar islam, sholat dhuhur berjama’ah, dan bunga islam.
            Bunga islam adalah acara demo pemakaian jilbab, mengenalkan dan memberikan contoh pemasangan jilbab kepada para wanita, hususnya untuk para Muslimah.

#NyantriDiRussia : Inagurasi Jamaah

Inagurasi Jamaah

         
Ingurasi Jamaah
Tiga jamaah pengajian dari tiga masjid yang ada di kawasan Ural mengadakan perlombaan cerdas cermat persahabatan di rayon Berozovski. Ketiga jamaah pengajian tersebut berasal jamaah masjid Ramadhan (Himmas), jamaah Masjid Nur ( Baradulina), dan jamaah masjid Altin[1] (Berozovski).
            Menurut imam masjid Altin, Radifullah Hazrat, selaku tuan rumah menjelaskan, bahwa tujuan utama dari cerdas cermat ini adalah memperluas dan memperkuat silaturakhim sesama muslim di wilayah Ural.
            Cerdas cermat terdiri dari dua kelompok. Masing – masing kelompok beranggotakan 12 orang, 4 orang dari jamaah Nur, 4 orang dari masjid Ramadhan, dan 4 orang dari masjid Altin.
            Kelompok pertama menggunakan nama “Mirost”, sebagai ketua kelompok adalah Farhad. Kelompok ini mempunyai yel – yel “Islam segodnya, zavtra i vsegda[2].
            Sedangkan kelompok kedua bernama “Nur”, dikomandani oleh Radik Kanzarov, mempunyai yel-yel “nasha jizn v islame, nasha mudrost v kur’ane, mi musulman[3].

#NyantriDiRussia : INDONESIA TANAH AIR BETA

INDONESIA TANAH AIR BETA

Di depan fak. Humaniora.
Ekaterinburg – Rabu, (18/5) pusat study bahasa Ural state university mendapat undangan untuk mengikuti perlombaan lagu international dari universitas Humaniora. Ilyona Istomina – salah satu dosen pusat study bahasa, memilih group enam – group dimana aku belajar, untuk mengikuti perlombaan tersebut.
Group enam terdiri dari 15 mahasiswa. Berdasarkan asal negaranya group ini bisa dibagi menjadi 3 kelompok dengan rincian; 3 dari Indonesia, 3 dari Amerika dan sisanya dari China. Setiap kelompok diminta untuk menyanyikan sebuah lagu dengan bahasa nasional masing – masing.
Mahasiswa Indonesia ( Laila Khusdinah Ulfa, Gabriel Wahyu Titi Yoga, dan aku - Muhamad Zainun Najib) memilih lagu Indonesia pusaka untuk ditampilkan dalam perlombaan tersebut.

#NyantriDIRussia : Soekarno di mata Uzbek

Soekarno di mata Uzbek[1]

Makam Imam Bukhori di Uzbekistan
Di belahan dunia mana pun, aku selalu berusaha merasa bangga menjadi warga negara Indonesia. Terutama sesuai identitasku sebagai seorang muslim. Jika mendengar kata Indonesia, muslim dari negara lain akan bilang, “wah, ketika di Saudi, aku bertemu banyak jamaah haji, di baju-baju mereka tertulis INDONESIA, mereka sangat ramah”. Ya, harus diakui bahwa jamaah haji Indonesia sangat mempunyai andil yang besar dalam mengenalkan Indonesia.
            Tidak lama setelah kedatangan ku ke Yekaterinburg, di acara hormat Haji, salah satu jamaah dengan bangga bercerita, kalau di Mekah dia bertemu dengan banyak sekali jamaah dari Indonesia.
            Begitu pula hari itu, ahad 24 april 2011, di acara akhir sanah madrasah Nur, Oktyabriski, ketika aku ikut membantu memasak “Plov”, masakan tradisional Uzbekistan. Aku berkenalan dengan tiga orang asal Uzbekistan, diantara mereka hanya satu yang bisa aku ingat namanya, yaitu Syuhrat Jiyanbekov, dua lainnya aku tidak bisa mengingat.

Thursday, January 01, 2015

Nyantri di Russia : Penutupan Pengajian

Penutupan Pengajian

Minggu ketiga bulan april 2011, murid – murid madrasah “Nur” melaksanakan ujian akhir madrasah di masjid Nur, Oktyabriski, Baradullina, Sverdlovksi oblast. Ujian tersebut diselenggarakan untuk mengetahui progresifitas ilmu agama yang mereka peroleh selama tahun ajaran 2010/2011.
            Ujian akhir madrasah Nur dilaksanakan secara bertahap. Hari jum’at (22/04) untuk mereka yang sudah tahun ke empat, hari sabtu (23/04) untuk murid – murid tahun ke dua (bagi yang tinggal di desa). Dan pelaksanaan ujian terakhir hari minggu (23/04) secara khusus untuk murid – murid yang tinggal di kota, yang terbagi menjadi tiga grup.
            Materi ujian beragam. Sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan setiap minggunya, seperti fiqh, Siroh nabawiyah, hadis, dan tajwid. Ujian akhir madrasah Nur ini bukanlah ujian biasa. Panitia sengaja mendatangkan penguji dari kota lain,  seperti imam masjid Altin kota Berozovski, Radifullah Hazrat.
            Para peserta ujian terlihat sangat serius dan antusias dalam menjalani ujian akhir madrasah ini. Namun, ada kekontrasan, ruang madrasah atau masjid yang biasanya ramai terlihat sangat sepi. Menurut Ruslan Hazrat, separuh dari murid madarasah tidak datang ke masjid karena takut terhadap ujian.

Nyantri di Russia : Perubahan Waktu dan Latihan Puasa

Perubahan Waktu dan Latihan Puasa

Di Indonesia, masyarakat muslim tidak pernah dipusingkan oleh jadwal waktu sholat karena mereka bisa dengan mudah mengetahuinya melalui adzan yang terdengar dari setiap masjid, mushola ataupun siaran di radio atu pun TV. Bahkan tanpa harus menghafal pun dengan sendirinya akan hafal jadwal sholat tersebut.
            Bagi yang berpuasa baik sunnah ataupun wajib tidak harus bingung untuk mengetahui kapan waktu dilarangnya makan dan minum sampai datangnya waktu berbuka.
Di Indonesia, jarak antara subuh dan magrib bisa dikatakan tetap. Perubahannya tidaklah begitu banyak. Bagi masyarakat muslim yang sudah terbiasa berpuasa tidaklah begitu berat untuk menahan makan dan minum dari subuh sampai magrib.
            Keadaan akan berbeda jika kita tinggal di negara-negara yang terletak di atas atau di bawah garis equator. Negara-negara yang mempunyai lebih dari dua musim. Di sana terjadi perubahan waktu, mengikuti perubahan musim.
            Contohnya di Mesir, saat musim dingin, malam akan terasa lebih lama. Subuh akan masuk pukul lima pagi, dan pukul lima sore sudah masuk waktu maghrib. Sebaliknya, saat musim panas, siang akan terasa panjang. Subuh akan masuk pukul setengah lima sedangkan magrib akan masuk pukul delapan malam.

Nyantri di Russia : Susah Mengajar Simbah-simbah

Susah Mengajar Simbah-simbah

Di tempat aku hidup sekarang – Yekaterinburg –, aku sering menangis batin. Bukan karena sedih terhadap apa yang menimpa, namun sedih karena keterbatasan kesabaran yang aku punya sebagai bekal pengabdian kepada masyarakat.
Aku merasa berdosa kepada guru-guru pesantren ku. Aku terkadang flash back dan bertanya kepada diri ku sendiri, apakah aku pernah berbuat kesal terhadap mereka?  Namun seingat ku tidak.
            Dulu, jika sang guru bilang A maka aku akan manut, sang guru bilang B aku juga manut, karena aku percaya kalau guru tidak akan merugikan muridnya. Dan sekarang yang aku lakukan hanya bisa istighfar dan mengirimkan fatikhah guru-guru ku agar aku diberi barokah ilmu mereka.
           
Babushki yang belajar mengaji di Oktyabirski.
Di sini aku bergaul dengan babushki[1].  Sewaktu di Indonesia, aku pernah mengajar ngaji anak-anak. Mengajar mengaji anak-anak yang aku rasa susah ternyata masih jauh lebih mudah dibanding mengajar ngaji orang-orang tua. Anak kecil tidak banyak pertanyaan tapi kalau orang tua mereka banyak ngeyel.