Thursday, December 25, 2014

Nyantri di Russia : Warisan budaya islam di Tatarstan

Warisan budaya islam di Tatarstan

            
Masjid Kul Sharif, Kazan, Tatarstan.


Di tengah hujan salju yang mengguyur pada Februari 2011, Alhamdulillah, aku menemukan jejak suara Allah SWT di salah satu negara federasi Rusia bernama Tatarstan. Republik Tatarstan adalah salah satu negara federasi Rusia yang terletak 799 km di sebelah tenggara Moskow, ibu kota Rusia.
            Selain Dagestan dan negara-negara Kavkaz[1]  Tatarstan dikenal sebagai pusat kebudayaan Islam di negeri Beruang Merah. Tatarstan dihuni oleh sekitar dua juta etnis Tatar (etnis asli Tatarstan) dan sekitar satu juta etnis Rusia. Negara ini menggunakan dua bahasa, Rusia dan Tatar.
            Bahasa Tatar bisa dibilang sebagai peranakan dari bahasa Turki. Yang dalam literaturnya, kemudian banyak ditemukan kesamaan kata dengan bahasa Arab. Seperti kata Khal (dalam bahasa Arab berarti keadaan), sagadah[2] (dari bahasa arab sa'adah yang berarti kebahagiaan), waqt (waktu), serta masih banyak lagi.
            Tulisan kuno bangsa Tatarstan menggunakan huruf-huruf Arab yang di Indonesia dikenal dengan sebutan Arab Pegon (Arab Jawa yang diajarkan di pesantren-pesantren). Hal ini menunjukkan bahwa mereka telah mengenal Islam sejak lama. Kemudian, abjad tersebut diubah ke huruf cyrlic (abjad Rusia) pada masa kekuasaan Uni Soviet.

            Ibu kota Tatarstan adalah Kazan. Di kota ini nuansa keislamannya sangat kental. Tidak pernah terbayang sebelumnya oleh ku, jika Kazan adalah salah satu kota besar yang berada di Rusia. Di kota ini, banyak kendaraan umum seperti bis dan taksi yang menempelkan kaligrafi atau simbol-simbol keislaman lainnya.
            Di kota Kazan, juga terdapat banyak masjid. Jarak dari satu masjid ke masjid lainnya tidaklah berjauhan sehingga kita bisa melihat satu menara ke menara lainnya.
            Di kota Kazan juga terdapat banyak kafe yang menyediakan makanan halal. Jadi, bagi Muslim, tidak perlu khawatir untuk mencari makanan yang halal dan aman dikonsumsi.
            Bisa pastikan, di samping setiap masjid kita bisa menemukan restoran-restoran halal. Toko-toko busana atau kios-kios Muslim juga ikut menambah nuansa kesejukan salah satu ibu kota negara federasi Rusia itu.
Toko busana muslim "Aygul", Kazan, Tatarstan.
            Keistimewaannya lagi, di Kazan, terdapat banyak madrasah atau lembaga pendidikan Islam. Salah satunya, Rossiski Islamski Universitet (RIU - Universitas Islam Rusia). Universitas ini memiliki asrama yang menampung bukan hanya mahasiswa dari penjuru daratan Russia namun juga yang berasal dari negara-negara Asia tengah seperti Uzbekistan, Tajikistan, dan negara-negara sekitarnya.
            Aku sempat berkenalan dengan rektor di RIU, Rafik Muhametshovic. Secara terus terang, ia mengatakan sangat bangga dengan Indonesia. Dan RIU sudah menjalin MoU dengan beberapa universitas Islam di Indonesia. Pada tahun ini, ada 10 mahasiswa lulusan RIU mengambil program pascasarjana di Universitas Islam Negeri (UIN) Malik Ibrahim Malang, Jawa Timur.

Madrasah Muhammadiyah
            Dari stasiun Kazan, sekitar setengah kilometer ke arah selatan, berdiri Masjid Sulthon. Selanjutnya, kurang lebih 500 meter lagi terdapat Madrasah Muhammadiyah. Madrasah itu didirikan pada 1882 oleh seorang ulama terkemuka di Tatarstan bernama Muhammadjon Galiyev. Sebagai penghormatan kepada sang ulama, madrasah ini kemudian diberi nama Muhammadiyah diambil dari nama pendirinya "Muhammadjon".
            Sistem yang dipakai dalam madrasah ini adalah sistem pesantren. Mempunyai asrama lengkap dengan kantin yang ada di bagian depan bangunan madrasah. Selain mempunyai kalender kegiatan belajar mengajar harian, madrasah itu juga mempunyai agenda pesantren kilat pada setiap liburan semester, musim dingin, dan musim panas.
            Menurut salah satu guru di Madrasah Muhammadiyah, Zulfat Gabdullin Hazarat, setiap liburan, ketika santri-santri pulang ke rumah masing-masing, datanglah murid-murid santri kilat dari seluruh penjuru negara federasi Rusia. Kebanyakan dari mereka sudah berumur separuh baya.
            Di kota ini, juga terdapat megaproyek, Masjid Kul Sharif yang terletak di dalam Kremlin Kazan (benteng kazan). Diresmikan pada 2005. Masjid ini menjadi salah satu masjid tercantik di Eropa.



















[1] Caucasus
[2] Dalam bahasa tatar, ‘Ain (arab) dilafalkan menjadi G

No comments: