Saturday, November 29, 2014

Titik Nol 3 : Merantau ke Jepara

Akhir bulan September aku mendapat info dari teman, bahwa ada lowongan kerja sebagai interpreter di sebuah perusahaan mebel di Jepara. Bosnya orang Russia yang. Aku mengiyakan tawaran tersebut dan akhirnya aku berangkat ke Jepara untuk survey.
Setelah aku tiba di Jepara dan bertemu dengan si Bos, aku langsung ditanya, “mau kapan bergabung?” Terus terang aku menjawab bahwa aku belum tahu apakah aku bisa bekerja di sini atau tidak karena aku baru pertama kali bertatap muka dengan Bos dan dia belum tahu apa pun tentang aku.
O iya, perusahaan itu adalah perusahaan mebel. Usaha export impor. Sang pengusaha mencari barang di Jepara kemudian menjualnya ke Russia. Dan info yang aku dapat, sang Bos (Arkadi Pillipenko) membutuhkan seorang penerjemah.
Sebagai test perekrutan, hari iku juga aku diajak bos jalan-jalan mencari barang. Distu tugasku sebagai media komunikasi antara bos dan pembeli – penterjemah.

Tuesday, November 18, 2014

Titik Nol 2 : Complicated

Semenjak “surat pengunduran diri” ku dikabulkan oleh Human Capital IIEC, otomatis per-tanggal 8 agustus aku sudah tidak bekerja lagi. Aku resmi menjadi pengacara (pengangguran banyak acara). Meski tidak ada kegiatan yang pasti namun aku belum memutuskan pulang ke kampong halaman. Aku masih menetap di Bekasi, di rumah saudara.
Ada dua agenda yang aku lakukan di Bekasi. Yang pertama, aku diminta menjemput teman asal Russia yang kuliah di UIN Malang pada tanggal 30/8 di Cengkareng. Jadi, tidak mungkin aku pulang ke Magelang lalu balik ke Jakarta lagi. Agenda ke-dua, aku ingin belajar membuka usaha mandiri, berdagang.

Titik Nol

Titik Nol 1

Setiap kejadian sudah tergaris oleh tangan yang Maha Kuasa. Begitu juga status ku saat ini. Sejak permintaan pengunduran diri ku dikabulkan pertanggal 8 agustus 2014, aku belum mendapatkan pekerjaan pengganti.
Meski berat, namun aku tetap harus tegar. Dengan satu keyakinan bahwa disana pasti ada suatu rahasia Tuhan yang sudah ter-setting dengan indah.