Wednesday, January 05, 2011

Mahalnya Kantong Plastik di Russia

(Sebuah catatan perjalan seorang perantau)

Satu hari setelah kedatangan kami ke Ekaterinburg kami diajak untuk belanja kebutuhan sehari-hari di Mega, pusat perbelanjaaan yang terletak lumayan jauh dari kota. Dari asrama kami harus jalan kaki sekitar 20 menit untuk sampai ke Halte dimana kita bisa mendapatkan bis yang akan mengantarkan kita sampai ke Mega.

Perjalanan ke Mega kurang lebih 30 menitan. Meskipun terkesan jauh namun kita bisa menikmati perjalanan. Dari pemandangan hutan, ataupun sambil mendengarkan percakapan orang Russia. Terus terang saya (penulis) tidak berminat untuk berbincang dengan orang Russia yang ada di bis. Sampai saat ini image orang Russia masih belum bersahabat bagi saya. Tidak seperti di Cairo yang dengan familiar dan hangatnya menyambut setiap mahasiswa asing yang datang.

Sebelum berbelanja salah satu senior kami mengingatkan untuk membawa plastik sendiri dari asrama agar nantinya tidak perlu beli lagi. Saya berpikir, apakah di Russia tidak ada pabrik plastik , sampai plastik kresek pun masyarakat harus beli.
Setelah belanjaan dirasa cukup kami pun langsung menuju ke kasir. Antrian sangat panjang. Sangat maklum karna memang di Mega, harganya lebih miring diibanding harga-harga di supermarket yang ada di Kota.

Setelah tiba giliran penghitungan biasanya kasir akan bertanya kepada Pembeli, пакет вам нужно (Apakah anda butuh Plastik)? jika kita menjawab iya, maka untuk setiap plastik kita akan membayar sekitar 2 rubl (Rp.600,00) kemudian kasir akan langsung memasukkan barang yang sudah kita beli ke plastik-plastik tersebut (jumlah plastik tergantung banyak dan jenis barang). Jika kita menjawab tidak, maka kita sendiri yang harus memasukkan barang tadi ke plastik yang sudah kita bawa dari rumah.

Di Indonesia Plastik memang terlihat begitu sepele, ringan sangat murah. Setiap kita belanja maka toko akan menyediakan plastik secara Cuma-Cuma bahkan ketika pembeli tidak menginginkan plastik, penjual akan menawarkan plastik. Karna bisa mendapatkan plastik dengan mudah dan murah kemudian masyarakat indonesia meremehkan nilai penting sebuah plastik.

Suatu contoh, sepulang berbelanja, jika susah membuka kantong plastik maka kita langsung merobeknya. Jika plastik ternyata basah maka kita akan langsung melemparnya ke kotak sampah. Atau kadang dari jendela mobil ,kita langsung melempar sisa makanan dengan bungkus plastiknya sekaligus.

Sekarang saya bisa paham mengapa kantong plastik di Russia terbilang mahal. Jika seorang pembeli pergi ke pasar, pastinya tidak akan membeli satu jenis belanjaan. Ada tahu, bawang, sayur dll. Ada belanjaan basah dan ada belanjaan kering. Nah, kenyataanya di pasar bukan hanya satu pembeli namun banyak. Dengan berbagai belanjaan yang beragam. Jika di Indonesia … tidak perlu saya tuliskan apa yang akan dilakukan para pembeli dengan plastik-palstik tersebut. Sedangkan kita di Russia, kita dipaksa untuk mencintai kantong plastik.

Nah, jika dalam pikiran masyarakat sudah terbentuk pola pikiran bahwa kantong plastik adalah hal yang sangat maha dan berharga, maka masyarakat tidak akan mudah mencampakkan plastik begitu saja. Secara-lebay-nya mungkin ketika tidur pun harus ngantongin plastik. Plastik tidak akan mudah terlempar ke kotak sampah atau mungkin ke pinggir jalan atau malah ke sungai..?

Ekaterinburg, 5 januari 2011