Thursday, March 08, 2007

Take Easy with Life


Hidup, saya lebih memilih untuk tidak memikirkan hidup. Karna menurut saya hidup itu sulit. Saya yakin, semakin saya berpikir tentang hidup maka saya akan semakin terlena dan akhirnya melupakan kehidupan diri saya sendiri. Menurut saya memikirkan hidup itu, bagaikan cinta yang bertepuk sebelah tangan, untuk apa saya memikirkan hidup jika sudah pasti hidup tidak memikirkan saya. Dan jika kita berpikir tentang hidup maka kita tidak akan pernah sampai pada satu hasil kesimpulan yang pasti. Karna disana selalu ada hal-hal tak terduga yang a kiralable (tidak bisa di kira-kira).

Kehiudpan itu tidak matematis. Maksud saya, dalam ilmu eksak 1 + 1 = 2 namun rumus ini tidak berlaku dalam hidup. 1 + 1 = tidak terduga. Sepandai-pandainya orang saya yakin tidak akan bisa menebak secara pasti tentang hidupnya. Karna disana pasti ada faktor campur tangan tuhan yang selalu menjadi rahasia Nya dan mempengaruhi hasil daripada penjumlahan rumus hidup itu.


Suatu contoh sederhana, ketika kecil, kemudian menginjak remaja sya tidak ada mimpi bisa sampai ke Mesir. Namun ..akhirnya saya bisa melihat secara langsung daerah yang bernama douwaeqoh (duwea). Hal yang jika saya pikirkan secara akal seakan mustahil bagi saya.
Begitulah hidup, selalu ada teka-teki dan selalu menjadi misteri. Seakan selalu saja ada hal yang datang meski tak diundang dan pulang tak diantar.


Dengan keyakinan bahwa dalam kehiodupan selalu ada campur tangan tuhan saya merasa sedikit tenang, karna jika hal itu dari tuhan pastilah it yang terbaik bagi hambanya. Jika saya kadang merasa ada sedikit kekhawatiran, hal itu sangat manusiawi. sebagai manusai kita tidak akan bisa lepas dari perasaan ini.

Tentang masa depan saya juga menyimpan 4 rumus yang saya sebut sebagai rumus kedua setelah rumus diatas. (1) a + a = a (orang mempunyai basic mekanik, lalu sekolah di kejuruan kemudian dia buka service motor). (2) a + a =b (dengan basic dan sekolah mekanic dia belum tentu jadi mekanikan, mungkin orang tersebut jadi Model). (3)a + b = a (orang degan basic mekanik kemudian masuk ke modeling, tapi nanti kembali ke basic asalnya). (4) a + b = c (orang dengan basic mekanik masuk ke modeling tapi jadi wartawan). Hal seperti selalu kita jumpai.

Saya juga suka hidup bebas tanpa batas dengan sebuah kesadaran yang saya miliki bahwa seberapa besar dan luasnya kebebasan saya pasti di batasi oleh kebebasan orang lain. Yang akhirnya memaksa saya untuk lebih toleran dalam hidup dan berusaha memahami jiwa dan hidup orang lain. Karna mereka tercipta dengan berjuta perbedaan dengan saya. Tetapi saya yakin antara saya dan mereka ada satu titik temu ang menjadi tolak ukur standar untuk kita bisa hidup bersama. Bahwa kita akan mempertanggungjawabkan semuanya dihadapan tuhan.
Bagi saya memahahi orang lain adalah hal yang sangat penting. Tidak mungkin saya mengukur baju orang lain dengan ukuran body yang saya miliki. Begitu juga saya tidak bisa memaksa orang lain untuk memandang dengan lensa mata yang saya punya, karna nanti akan kacau. Bisa jadi ukuran baju kekecilan atau pandangan orang lain akan kabur.

Oleh karna itu saya sangat membenci orang yang gampang melabeling orang lain. Karna kecendrungan dan keinginan yang dimiliki opleh setiap orang tidaklah sama. Oke deh take easy with life.