Wednesday, August 16, 2006

DETAK JANTUNGKU BERDEBAR

Hari ini, Sabtu, 5 agustus 2006. hari yang membuat ku takut dan nervous. Terbukti beberapa hari ini aku merasa tidak enjoy dengan hidupku. Aku selalu merenung, cemas dan nggak bisa menikmati waktu ku seperti biasanya. Sebab tanggal 5 agustus ini aku akan di LPJ.

Kebetulan aku memegang atau yang mengurusi sirkulasi keuangan KSW (Keompok study Walisongo) sebuah organiasi pelajar dan mahasiwa untuk wilayah jawa tengah dan Jogja. Sebenarnya aku bukan bendahara umum (bendhum). Tapi karna bendhum pulang maka dengan terpaksa aku naik jabatan.

Persiapan, perapian dan pembukuan keuangan sudah aku persiapkan sejak juni. Aku seorang diri mempersiapkan dan membereskan semua masalah-masalah keuangan. Hampir setiap hari aku ngantor ke sekretariat KSW. Biasanya aku keluar dari asrama jam 07.00 wk dan pulang setelah asar, sekitar pukul 17.00 Wk.

Hal ini tentu membuatku capek. Pengeluaran ku pun membengkak. Sebenarnya untuk transportasi aku menganggarkan satu pound mesir setiap harinya. Jadi, jika satu pound setiap hari untuk sebulan aku hanya menghabiskan uang 20 pound mesir karma hari kamis dan jum’at aku libur. Tapi ternyata tidak. Karna musim panas aku harus banyak beli minum di jalan. Dan kadang karna tidak mau menunggu lama dan kepanasan di halte aku harus muter dulu ke terminal besar. Atau juga aku ambil bis nyambung. Dan tak jarang juga pada saat mengerjakan tugas aku kelaperan sedangkan di sekretariat tidak ada sesuatau yang bisa untuk mengganjal perur. Secara otomatis aku harus mengoyak saku celana atau dompetku.

Kira-kira dua bulan lebih tenagaku terforsir untuk merapikan catatan sirkulasi keuangan. Pertama kali yang aku lakukan aku harus mengecek pembukauan yang selama ini di tangani bendhum, lalu kemudian merapikan redaksional nya. Setelah itu aku harus mencocokkan antara laporan pengeluaran dana dengan kaliodoskop kegiatan. Hal ini aku lakukan karna metode yang dipakai bendhum adalah metode laporan. Bisa jadi suatu kegiatan dilaksanakan pada awal bulan namun laporan panitia di tengah atau bahkan akhir bulan. Oleh karna itu aku harus mencocokkan antara agenda dan tanggal pengeluaran.

Selanjutnya aku harus memisahkan antara keuangan kepanitiaan dan keuangan organisasi. Jadi ketika kita sudah memberi subsidi untuk suatu kepanitiaan maka dalam catatan, kita tidak oleh mengelarkan uang lagi. Jika hal itu terjadi maka uang yang kita keluarkan harus kita gabungkan dengan donasi untuk kepanitiaan yang awal. Hal ini aku ketahui karna tahun lalu aku menjadi tim ferivikasi. Jadi keuangan kepanitiaan, kesingkronan antara kaliodoskop dan pengeluaran harus diperhatikan, semuanya aku dapat dari pengalaman ku menjadi tim ferivikasi tahun lalu.

Tiba Saatnya LPJ

Panitia memintaku untuk menyerahkan berkas LPJ tanggal 25 juli. Oke aku menyetujuinya. Karna bagiku semakin cepoat selesai semakin baik dan semakin cepat untuk istirahat. Tidak setiap hari keluar dan kepanasan di jalan.

Berkas aku serahkan tanggal 25 juli tepat. Dengan harapan cepat di serahkan kepada tim ferivikasi dan di koreksi, jika nanti terdapat kesalahan maka akan cepat aku perbaiki.
Tapi karna ada berbagai kesibukan (maklum bulan Juli memang buloan sibuk untuk warga kairo) tim ferivikasi baru memeriksa keuanganku tanggal 1 agustus. Hal ini membuatku stres. Karna jika kerjaan mendadak aku tidak bisa kerja maksimal.

Tapi aku punya akal, sebelum di koreksi oleh tim ferivikasi yang di tunjuk oleh panitia LPJ aku sudah menyerahkan berkas ku ke mantan bendahara wihdah 2004-2005 (partnerku tahun lalu) jadi dia sudah memberiku berbagai masukan dan pembenahan catatan dan pembukuan. Alkhamdulillah, setelah aku perbaiki dan kemudian aku serahkan kepada tim yang ditunjuk oleh panitia, mereka hanyak menemukan ketidak samaan penomeran dan peletakan kwitansi dan tanda bukti.

Setelah pembenahan dan ferivikais yang kedua kali. Akupun siap untk di LPJ. Tapi aku tetap merasa takut sekali, LPJ ini keuangannya devisit. Alkhamdulillah, ternyata lancar, semua tanggapan bisa aku jawab dan jawabanku mudah diterima. Alkhamdulillah.

Pimpinan sidang membaca hasil konsideran LPJ pukul 18.03 waktu kairo. Ketika dibacakan konsiderannya aku terharu…Ya Allah ini kerjaku selama ini..ini pengabdianku…ini tugasku…alkhamdulillah jika mereka menerimanya…ketika pimpinan siding mengetukkan palu tak terasa aku menitikkan air mata tanda haru…ya..Allah..ku harap LPJ ku dihadapanmu nantiya akan lancar seperti ini.

Ya..sekarang…hari-hari ku bebas..terima kasih untuik semua pengurus atas kerjasama dan kekompakannya. Terimaksih untuk mas agus atas pelajaran yang di berikan, mungkin jika tidak direkrut jadi bendahara aku nggak tau Microsoft exel J. Mas Fuad (sekjen) yang setia mendampingi di akhir kepengurusan. Terima kasih untuk teman-teman Griya Jateng. Atas tumpangan sekretariatnya. Dan tak lupa untuk mas Saiful Amar, mas Hartono..terimakasih atas bantuan dan dedikasi kalian. Saya tahu kalian tidak enak tidur dan makan. Dului saya merasakan juga apa yang kalian rasakan sekarang. Bagaiamana kami harus memabalas jasa kalian semua...

Setelah dinyatakan domisioner aku kemudian turun untuk sholat. Di bawah aku melihat panitia konsumsi sibuk menata makanan. Ya…mereka semuanya sangat berisik namun asyik. Makanya setelah sholat asar aku pun membantu mereka.

Ada Si Rokhim..ada si Jumi..di tambah Maida mas Nazdir.ternyata asyik kerja bareng mereka. Aku pun menikmati sekali berghurau bersama mereka.
Teman-teman ada yang menyeletuk.
"Lo..najib ko ada disini (dapur) ?"
" ya.sekarang saya kan anggota biasa lagi..nggak papakan.. sekali-kali membant tim konsumsi." Jawabku.
Setelah menata nasi selesai giliran aku mencuci piring dan membereskan peralaan-peralatan masak. Lagi-lagi ada yang nyletuk
"wah.najib turun pangkat."
"Inilah pengabdian tarkhir ku mungkin besok2 aku nggak ke sini lagi."
Untuk rokhim…dan petugsa konsumsi RPA 05-06 kapan saya bisa Bantu-bantu lagi menata nasi sekaligus nyicipi.

Catatan akhir ke 20 umurku

Catatan akhir ke 20 umurku

Pukul 00.00 am waktu kairo, aku mencoba untuk mengingat bahwa hari ini tanggal berapa. Setelah ku gerakkan jari-jari ku, akhirnya aku berhenti pada bilangan 28, aku terhenyak sebentar.
28, pada tanggal inilah aku dilahirkan. Aku jad sadar, bahwa satu bulan lagi umurku akan berkurang dan usiaku akan bertambah atau sebaliknya….ah itu tidak penting.

Tiba-tiba kepala ku di pusingkan oleh beberapa pertanyaan. 2 tahun aku sudah berada di mesir apa yang aku dapat? Dan 2 tahun lagi jika aku pulang apa yang aku bawa? Selain beberapa pertanyaan tadi aku juga mencoba mengoreksi apa yang telah aku lakukan di umurku yang ke 20. adakah disana kemajuan atau kemunduran?
Kemudian aku mencari lembaran-lembaran buku harianku yang telah aku simpan di sebuah kardus. </div>

Sengaja aku menyimpan kara kehidupan yang tercatat disana adalah kehidupan yang aku sendiri sudah tak mau lagi membacanya. Tapi aku bahagi, sekarang aku sudah bias merubah jalan hidupku. Suatu proses yang sangat sulit. Karna jika diumpamakan bagaimana merubah jalan hidup berarti sama saja kita membunuh diri sendiri dan kemudian mencoba untuk hidup lagi.
Disini aku catat dan aku bagi beberapa poin dalam hidupku.
1. TENTANG HIDUP
Diumurku yang ke duapuluh ini aku merasa muak. Banyak kemunduran yang aku alami. Sebuah catatan hidup yangt aku ingin anak cucuku nanti tak bisa membacanya. Suatu hal yang harus aku buang. Sebuah sceinse scenario yang harus di keluarkan dari drama hidupku. Dan kini aku mulai berangkat lagi dari 0. mais c’est ne pas problem pour moi.
Dari segi lain, aku masihlah seorang yang agak tertutup, sulit untuk membuka diri dengan orang lain. Dan agak kaku. Terkesan emosional dan egois. Semoga kedepannya aku bisa merubah nya.
2. TENTANG KELUARGA
Sekitar bulan februari aku menemukan anggota keluargha baru. Aku mempunyai ayah angkat. Seorang ayah yang bisa membantu membunuhku dan akhirnya menghidupkanku lagi.
Kasihg sayangnya sebagai seorang ayah bisa mengerti dan memahami anaknya. Seorang ayah yang bisa menjadi penasehat, penjaga dan sekaligus teman. Thank’s a lot for helping me.... Dad
Selain itu, aku juga semakin merasakan kasih saying keluarga asliku. Aku semakin merindukan mereka semua. Oh..GOD give them the best.
3. TENTANG CINTA
Bagaimana aku menceritakannya. Yang jelas, di umurku yang mulai menginjak dewas ini aku menemukan seorang gadis dengan suara merdu, wajah ramah dan bersenyum manis. Suatu kebahagiaan aku bisa mengenalnya.
Tapi aku tidak berani untk mengungkapkan mengapa selalu saja daya yang membuatku selalu memikirkan dia. mungkin aku bukanlah tipe dia tapi dia tipu ku banget. Sebelum dia pulang ke Indonesua kami sempat akrab, chatting, sms dan telfon…hal ini sempat membuatku bahagia. Banyak kisah-kisah di buku harianku yang ku tulis tentang dia. SMS, message of line banyak yang aku abadikan di buku yang menjadi temanku setiap hari.
Bisa dibilang cintaku bagaikan cinta "the Mirror" Aku tak peduli apakah dia mencintaiku atau tidak.yang penting aku mencintainya. Dan bukanlah suatu dosa jika aku memujanya kan?
Aku takut, jika aku mengungkpakna isi hatiku nanti aku akan kehilangan dia. Karna aku tahu dia pernah kecewa. Makanya aku tidka mau gegabah, dan jika aku salah satu detik saja aku bakal ...NO.....aku sangat takut kehilangan dia (olive banged ya).
Akhirnya setelah nonton film Alexandria, disitu aku menemukan sebuah inspirasi,
"jika kau menyukai seorang gadis ungkapkan...jangan sampi dai nggak tahu kalau ada seorang yang mencintai dia" Akhirnya pada tanggal 30 maret lalu, dihari ulang tahunnya. Aku kirimkan sebuah testimonial. Disana aku berusaha memberikan sinyal bahwa aku sangat mencintainya. dan mungkin karna tidak ada sinyal .. sayang testimonial itu tidak di approve L.
Tapi aku tidak menyesal, karna mulai saat itu dia sudah tahu bahwa ada seorang laki-laki yang begitu memujanya.
4. TENTANG MASA DEPAN
Aku tetap mempunyai impian bisa meneruskan studi lagi. that’s my fancy. Buty i have to look at my self, my finance. How i can do it. Will dreams come true?
So. I think agaian about my planning. Better if i look at the reality. And now. Better i take some preparations. Yah.mungkin dua tahun lagi aku pulang saja. Lagian dah kangen sama keluarga.
Ya..kini umur 20 ku sudah di ujung.....