Saturday, September 16, 2006

Summer Camp 2006

Setelah kurang lebih satu bulan menempuh ujian yang menguras tenaga dan pikiran, mahasiswa bus kemudian disibukkan dengan agenda summer camp atau yang lebih dikenal dengan sebuta mu’askar. Kegiatan ini diselenggarakan oleh majlis riayah syabab (badan yang mengurusi kegiatan mahasiswa). Summer camp ini merupakan kegiatan agenda tahunan buust Kairo yang bekerja sama dengan buust Alexandria.

Untuk musim panas tahun 2006 sekarang merupakan summer camp yang ke -11. Dimana kegiatan ini dimulai pada tanggal 10 juli 2006 dan berakhir pada tanggal 18 agustus 2006. Kegiatan ini setiap tahunnya terbagi dalam lima gelombang. Sedangkan untuk setiap gelombangnya terdiri dari 100 peserta yang diambil dari berbagai negara. Setiap peserta dimintai biaya pendaftaranm LE 5.

Tentulah hal ini sangat murah. Hanya dengan 5 Pound Summer camp kita bisa menghabiskan musim panas kita selama satu minggu di Alexandria. Menikmati sunset dan berjemur setiap hari tanpa bosan. Selian itu kita juga mendapatkan failitas penginapan plus makan 2 kali sahari; breakfast dan lunch. Jika kita ikut rombongan luar mungkin kita akan dikenakan biaya 35 Pound Summer camp hanya untuk sehari.

Untuk tempat menginap, para peserta summer camp ditempatkan di buust Alexandria. Asrama yang dihususkan untuk pelajar I’dadi dan tsanawi al-azhar (SMP dan SMA)

Jika dibandingkan dengan buus kairo, asrama alex lebih kecil. Didalam asrama ini hanya terdiri dari 3 building. 1 bangunan lama sebelah kiri terdiri dari empat lantai, setiap lantainya terdiri 48 kamar dan lantai bawahnya difungsikan sebagai masjid. Kemudian satu bangunan ditengah terdiri dari 3 lantai , setiap lantainya terdiri dari 36 kamar, sedangkan lantai dasarnya difungikan sebagai kantin. Satu lagi bagunan sebelah kanan terdiri dari 3 lantai, setiap lantainya terdiri 24 kamar dan lantai dasarnya difungsikan untuk perkantoran .

Asrama dengan desain letter iu ini tampak indah. Karan ditengah-tengahnya dibuat semacam taman kecil yang ditumbuhi berbagai macam pohon dan bunga-bunga. Dihiasi pula dengan 12 triang lampu taman dan setiap diang mempunyai 4 lampu yang menyorot ke empat penjuru. Diujung depan taman berdiri 4 tiang bendera. Di depannya terdapat 30 tiang yang terpasang bendera dari berbagai macam Negara. Setelah langsung terdapat lapangan bola, basket, foli dan lapangan bola futsal.

Setelah pintu gerbang belakang, kurang lebih lima belas meter kita bisa langsung meilhat pantai alexandrtia yang dipenuhi dengan turis-turis domestic.

Setelah dipenatan dengan suasana kairo yang dirasa kurang akrab. Alexandria bukan pilihan yang salah untuk merefresh otak dan jiwa kita. Mulai dari pagi, ya..awal hari di Alex pun terasa beda. Jika kita keluar dari kamar kita bisa langsung merasakan terpaan angin laut yang begitu segar. Kehidupan manusianya pun sudah terasa di pagi hari. Tidak seperti di Kairo, kehidupannya mulai setelah matahari mulai menanjak langit.

Lain lagi jika kita keluar kearah pantai. Para pegawai café yang berderet disepanjang panti sudah sibuk mempersiapakan menu untuk melayani tamu-tamu.

Begitu juga suasana pantai. Di pagi buta pantai sudah dipenuhi oleh para pengunjung. Beberapa diantara mereka terlihat lari pagi di trotoar yang menjadi pembatas antar jalan dan pantai. Beberapa keluarga terlihat menceburkan diri ke laut lengkap dari bapak, ibu dan anak-anak. Gadis-gadis berlari berlomba untuk mendaptkan ombak.

KEGIATAN SELAM SUMMER CAMP

Kegiatan untuk hari pertama hanya sebatas checking peserta dan kamar. Setelah itu makan siang dan kegiatan bebas. Namun kebanyakan peserta langsung berame-rame menyerbu pantai.

Hari kedua para Pembina summer camp membuat agenda renang bersama di siang hari dari jam 10 sampai dengan tiba waktu dhuhur.

Hari ketiga, pagi hari para peserta diajak mengunjungi perpustakaan Alexandria dan sorenya diadakan berbagai perlombaan ringan.
Keesokan harinya lomba bola voli, tennis meja dan sepak bola. Sehari berikutnya perlombaan Karikatur dan selanjutnya pada malam hari diadakan audiensi dengan musyrif am (Direktur Utama) sekaligus pembagian hadiah.

Kegiatan safari terakhir adalah kunjungan ke benteng qithbay dan mesjib mursy. Setelah kurang lebih 7 hari para peserta summer camp mengadakan malam perpisahan. Acara ini dimulai setelah sholat maghrib. Acara ini diisi dengan pertanyaan dan kuis. Para Pembina langsung ikut memimpin acara ini.

Setelah malam perpisahan para peserta berpencar. Ada yang begadang di pantai ada yang langsung berkemas-kemas dan istirahat. Keesokan harinya kita diobangunkan pukul 03.00 dini hari. Setelah sholat subuh berjamaah para peserta langsung berkumpul di depan kantin untuk mengambil sarapan pagi dan checking peserta untuk pulang.

Seminggu seudah kita melepas lelah di Alexandria…… yang pasti memang Alexandria..is the most beautiful city in Egypt.

Wednesday, August 16, 2006

DETAK JANTUNGKU BERDEBAR

Hari ini, Sabtu, 5 agustus 2006. hari yang membuat ku takut dan nervous. Terbukti beberapa hari ini aku merasa tidak enjoy dengan hidupku. Aku selalu merenung, cemas dan nggak bisa menikmati waktu ku seperti biasanya. Sebab tanggal 5 agustus ini aku akan di LPJ.

Kebetulan aku memegang atau yang mengurusi sirkulasi keuangan KSW (Keompok study Walisongo) sebuah organiasi pelajar dan mahasiwa untuk wilayah jawa tengah dan Jogja. Sebenarnya aku bukan bendahara umum (bendhum). Tapi karna bendhum pulang maka dengan terpaksa aku naik jabatan.

Persiapan, perapian dan pembukuan keuangan sudah aku persiapkan sejak juni. Aku seorang diri mempersiapkan dan membereskan semua masalah-masalah keuangan. Hampir setiap hari aku ngantor ke sekretariat KSW. Biasanya aku keluar dari asrama jam 07.00 wk dan pulang setelah asar, sekitar pukul 17.00 Wk.

Hal ini tentu membuatku capek. Pengeluaran ku pun membengkak. Sebenarnya untuk transportasi aku menganggarkan satu pound mesir setiap harinya. Jadi, jika satu pound setiap hari untuk sebulan aku hanya menghabiskan uang 20 pound mesir karma hari kamis dan jum’at aku libur. Tapi ternyata tidak. Karna musim panas aku harus banyak beli minum di jalan. Dan kadang karna tidak mau menunggu lama dan kepanasan di halte aku harus muter dulu ke terminal besar. Atau juga aku ambil bis nyambung. Dan tak jarang juga pada saat mengerjakan tugas aku kelaperan sedangkan di sekretariat tidak ada sesuatau yang bisa untuk mengganjal perur. Secara otomatis aku harus mengoyak saku celana atau dompetku.

Kira-kira dua bulan lebih tenagaku terforsir untuk merapikan catatan sirkulasi keuangan. Pertama kali yang aku lakukan aku harus mengecek pembukauan yang selama ini di tangani bendhum, lalu kemudian merapikan redaksional nya. Setelah itu aku harus mencocokkan antara laporan pengeluaran dana dengan kaliodoskop kegiatan. Hal ini aku lakukan karna metode yang dipakai bendhum adalah metode laporan. Bisa jadi suatu kegiatan dilaksanakan pada awal bulan namun laporan panitia di tengah atau bahkan akhir bulan. Oleh karna itu aku harus mencocokkan antara agenda dan tanggal pengeluaran.

Selanjutnya aku harus memisahkan antara keuangan kepanitiaan dan keuangan organisasi. Jadi ketika kita sudah memberi subsidi untuk suatu kepanitiaan maka dalam catatan, kita tidak oleh mengelarkan uang lagi. Jika hal itu terjadi maka uang yang kita keluarkan harus kita gabungkan dengan donasi untuk kepanitiaan yang awal. Hal ini aku ketahui karna tahun lalu aku menjadi tim ferivikasi. Jadi keuangan kepanitiaan, kesingkronan antara kaliodoskop dan pengeluaran harus diperhatikan, semuanya aku dapat dari pengalaman ku menjadi tim ferivikasi tahun lalu.

Tiba Saatnya LPJ

Panitia memintaku untuk menyerahkan berkas LPJ tanggal 25 juli. Oke aku menyetujuinya. Karna bagiku semakin cepoat selesai semakin baik dan semakin cepat untuk istirahat. Tidak setiap hari keluar dan kepanasan di jalan.

Berkas aku serahkan tanggal 25 juli tepat. Dengan harapan cepat di serahkan kepada tim ferivikasi dan di koreksi, jika nanti terdapat kesalahan maka akan cepat aku perbaiki.
Tapi karna ada berbagai kesibukan (maklum bulan Juli memang buloan sibuk untuk warga kairo) tim ferivikasi baru memeriksa keuanganku tanggal 1 agustus. Hal ini membuatku stres. Karna jika kerjaan mendadak aku tidak bisa kerja maksimal.

Tapi aku punya akal, sebelum di koreksi oleh tim ferivikasi yang di tunjuk oleh panitia LPJ aku sudah menyerahkan berkas ku ke mantan bendahara wihdah 2004-2005 (partnerku tahun lalu) jadi dia sudah memberiku berbagai masukan dan pembenahan catatan dan pembukuan. Alkhamdulillah, setelah aku perbaiki dan kemudian aku serahkan kepada tim yang ditunjuk oleh panitia, mereka hanyak menemukan ketidak samaan penomeran dan peletakan kwitansi dan tanda bukti.

Setelah pembenahan dan ferivikais yang kedua kali. Akupun siap untk di LPJ. Tapi aku tetap merasa takut sekali, LPJ ini keuangannya devisit. Alkhamdulillah, ternyata lancar, semua tanggapan bisa aku jawab dan jawabanku mudah diterima. Alkhamdulillah.

Pimpinan sidang membaca hasil konsideran LPJ pukul 18.03 waktu kairo. Ketika dibacakan konsiderannya aku terharu…Ya Allah ini kerjaku selama ini..ini pengabdianku…ini tugasku…alkhamdulillah jika mereka menerimanya…ketika pimpinan siding mengetukkan palu tak terasa aku menitikkan air mata tanda haru…ya..Allah..ku harap LPJ ku dihadapanmu nantiya akan lancar seperti ini.

Ya..sekarang…hari-hari ku bebas..terima kasih untuik semua pengurus atas kerjasama dan kekompakannya. Terimaksih untuk mas agus atas pelajaran yang di berikan, mungkin jika tidak direkrut jadi bendahara aku nggak tau Microsoft exel J. Mas Fuad (sekjen) yang setia mendampingi di akhir kepengurusan. Terima kasih untuk teman-teman Griya Jateng. Atas tumpangan sekretariatnya. Dan tak lupa untuk mas Saiful Amar, mas Hartono..terimakasih atas bantuan dan dedikasi kalian. Saya tahu kalian tidak enak tidur dan makan. Dului saya merasakan juga apa yang kalian rasakan sekarang. Bagaiamana kami harus memabalas jasa kalian semua...

Setelah dinyatakan domisioner aku kemudian turun untuk sholat. Di bawah aku melihat panitia konsumsi sibuk menata makanan. Ya…mereka semuanya sangat berisik namun asyik. Makanya setelah sholat asar aku pun membantu mereka.

Ada Si Rokhim..ada si Jumi..di tambah Maida mas Nazdir.ternyata asyik kerja bareng mereka. Aku pun menikmati sekali berghurau bersama mereka.
Teman-teman ada yang menyeletuk.
"Lo..najib ko ada disini (dapur) ?"
" ya.sekarang saya kan anggota biasa lagi..nggak papakan.. sekali-kali membant tim konsumsi." Jawabku.
Setelah menata nasi selesai giliran aku mencuci piring dan membereskan peralaan-peralatan masak. Lagi-lagi ada yang nyletuk
"wah.najib turun pangkat."
"Inilah pengabdian tarkhir ku mungkin besok2 aku nggak ke sini lagi."
Untuk rokhim…dan petugsa konsumsi RPA 05-06 kapan saya bisa Bantu-bantu lagi menata nasi sekaligus nyicipi.

Catatan akhir ke 20 umurku

Catatan akhir ke 20 umurku

Pukul 00.00 am waktu kairo, aku mencoba untuk mengingat bahwa hari ini tanggal berapa. Setelah ku gerakkan jari-jari ku, akhirnya aku berhenti pada bilangan 28, aku terhenyak sebentar.
28, pada tanggal inilah aku dilahirkan. Aku jad sadar, bahwa satu bulan lagi umurku akan berkurang dan usiaku akan bertambah atau sebaliknya….ah itu tidak penting.

Tiba-tiba kepala ku di pusingkan oleh beberapa pertanyaan. 2 tahun aku sudah berada di mesir apa yang aku dapat? Dan 2 tahun lagi jika aku pulang apa yang aku bawa? Selain beberapa pertanyaan tadi aku juga mencoba mengoreksi apa yang telah aku lakukan di umurku yang ke 20. adakah disana kemajuan atau kemunduran?
Kemudian aku mencari lembaran-lembaran buku harianku yang telah aku simpan di sebuah kardus. </div>

Sengaja aku menyimpan kara kehidupan yang tercatat disana adalah kehidupan yang aku sendiri sudah tak mau lagi membacanya. Tapi aku bahagi, sekarang aku sudah bias merubah jalan hidupku. Suatu proses yang sangat sulit. Karna jika diumpamakan bagaimana merubah jalan hidup berarti sama saja kita membunuh diri sendiri dan kemudian mencoba untuk hidup lagi.
Disini aku catat dan aku bagi beberapa poin dalam hidupku.
1. TENTANG HIDUP
Diumurku yang ke duapuluh ini aku merasa muak. Banyak kemunduran yang aku alami. Sebuah catatan hidup yangt aku ingin anak cucuku nanti tak bisa membacanya. Suatu hal yang harus aku buang. Sebuah sceinse scenario yang harus di keluarkan dari drama hidupku. Dan kini aku mulai berangkat lagi dari 0. mais c’est ne pas problem pour moi.
Dari segi lain, aku masihlah seorang yang agak tertutup, sulit untuk membuka diri dengan orang lain. Dan agak kaku. Terkesan emosional dan egois. Semoga kedepannya aku bisa merubah nya.
2. TENTANG KELUARGA
Sekitar bulan februari aku menemukan anggota keluargha baru. Aku mempunyai ayah angkat. Seorang ayah yang bisa membantu membunuhku dan akhirnya menghidupkanku lagi.
Kasihg sayangnya sebagai seorang ayah bisa mengerti dan memahami anaknya. Seorang ayah yang bisa menjadi penasehat, penjaga dan sekaligus teman. Thank’s a lot for helping me.... Dad
Selain itu, aku juga semakin merasakan kasih saying keluarga asliku. Aku semakin merindukan mereka semua. Oh..GOD give them the best.
3. TENTANG CINTA
Bagaimana aku menceritakannya. Yang jelas, di umurku yang mulai menginjak dewas ini aku menemukan seorang gadis dengan suara merdu, wajah ramah dan bersenyum manis. Suatu kebahagiaan aku bisa mengenalnya.
Tapi aku tidak berani untk mengungkapkan mengapa selalu saja daya yang membuatku selalu memikirkan dia. mungkin aku bukanlah tipe dia tapi dia tipu ku banget. Sebelum dia pulang ke Indonesua kami sempat akrab, chatting, sms dan telfon…hal ini sempat membuatku bahagia. Banyak kisah-kisah di buku harianku yang ku tulis tentang dia. SMS, message of line banyak yang aku abadikan di buku yang menjadi temanku setiap hari.
Bisa dibilang cintaku bagaikan cinta "the Mirror" Aku tak peduli apakah dia mencintaiku atau tidak.yang penting aku mencintainya. Dan bukanlah suatu dosa jika aku memujanya kan?
Aku takut, jika aku mengungkpakna isi hatiku nanti aku akan kehilangan dia. Karna aku tahu dia pernah kecewa. Makanya aku tidka mau gegabah, dan jika aku salah satu detik saja aku bakal ...NO.....aku sangat takut kehilangan dia (olive banged ya).
Akhirnya setelah nonton film Alexandria, disitu aku menemukan sebuah inspirasi,
"jika kau menyukai seorang gadis ungkapkan...jangan sampi dai nggak tahu kalau ada seorang yang mencintai dia" Akhirnya pada tanggal 30 maret lalu, dihari ulang tahunnya. Aku kirimkan sebuah testimonial. Disana aku berusaha memberikan sinyal bahwa aku sangat mencintainya. dan mungkin karna tidak ada sinyal .. sayang testimonial itu tidak di approve L.
Tapi aku tidak menyesal, karna mulai saat itu dia sudah tahu bahwa ada seorang laki-laki yang begitu memujanya.
4. TENTANG MASA DEPAN
Aku tetap mempunyai impian bisa meneruskan studi lagi. that’s my fancy. Buty i have to look at my self, my finance. How i can do it. Will dreams come true?
So. I think agaian about my planning. Better if i look at the reality. And now. Better i take some preparations. Yah.mungkin dua tahun lagi aku pulang saja. Lagian dah kangen sama keluarga.
Ya..kini umur 20 ku sudah di ujung.....

Sunday, June 25, 2006

Begitu Mereka Mencari Istri.

111111111111111111IMG_0399


Sekarang aku mau bercerita tentang sebagian teman-temanku yang berasal dari Uzbekistan dan Tajikistan. Dari penampilan fisik mereka tidak mempunyai ciri khusus dan justru bermacam-macam. Diantara

mereka ada yang mirip dengan orang Cina (putih, mata agak sipit), Jepang, Turki (hidung bengkok) dan Rusia (kulit merah dll). Perbedaan dengan kita orang indonesia adalah mereka tidak ada yang hitam.

Keaneragaman bentuk dan model fisik mereka disebabkan bahwa dulu mereka adalah satu negara yang mereka menyebutnya sovietiyah (uni soviet mungkin ya.) kemudian Rusia menjajah mereka. Nah pada masa penjajahan rusia para penduduk sering berpindah-pindah mencari selamat, dari mobilisasi penduduk ini kemudian terjadilah pembauran ras.

Setelah penjajahan rusia dirasa melemah kemudian satu persatu daerah memerdekakan diri. Menjadi wilayah-wilayah kecil Uzbekistan, Tajikistan, Kazakhastan dll tapi bukan Pacitan dan Magetan….. kata Tan sendiri sebenarnya berarti wilayah.

Saya jadi ingat ketika ditanya oleh seorang teman dari Somalia. Kenapa di Indonesia ada Jakarta, Yogyakarta dan Surakarta? Kemudian aku jawab dengan pertanyaan. "apakah kamu tahu, kenapa ada Tajikistan, Uzbekistan, dan Tan-Tan..yang lain?" dia menjawab, bahwasanya kalimat Tan tersebut berarti wilayah. Kemudian aku bilang sama dia, begitu juga dengan Karta (padahal sebenarnya aku nggak tahu arti karta-karta itu).

Nah, ceritaku tentang bagaimana mereka memilih istri akan aku mulai. Malam itu sekitar pukul 02.00 dini hari waktu kairo, aku ingat malam itu malam senin, karna besok pagi adalah ujian untuk tingkat tiga dan empat. Sedangkan aku sendiri ujian hari selasa, malam senin aku sengaja begadang untuk menghabiskan diktat kuliahku.

Aku duduk sendiri di sebelah kanan serambi masjid, kemudian kulihat dua orang menaruh sandal mereka di kotak sandal, mereka Ali dan Tholib. Ali dia berkebangsaan Tajikistan asli, sedangkan Tholib dia Tajikistan tapi ketrurunan Uzbekistan. Ali mahasiswa tingkat akhir jurusan hadis sedangkan Tholib masih duduk di bangku I'dadyah atau sekolah menengah.

Aku dan Ali hanya saling melambaikan tangan sebagai lambang salam jarak jauh. Sedangkan Tholib menghampiriku karna dia tidak ingin mengganggu Ali yang besok ujian. Aku sendiri sebenarnya sudah ngantuk berat dan ingin tidur. ..tapi bagaimana lagi..Akhirnya kamipun ngobrol sampi subuh meski dengan me-nguap2.

Biasalah tema obrolan cowok-cowok kesepian tidak akan lepas dari yang berbau kaum hawa. Kami pun memulai obrolan dini hari itu. Tholib bilang kalau Ali mungkin setelah ujian mau nikah dan dia janji nanti akan ngundang saya di pesta pernikahannya. Kemudian aku bertatanya.
Aku: "emang ada banyak ya gadis tajikistan di Mesir."
Tholib : "sedikit sih tapi lumayan banyak."
Aku: "kenapa nggak nyari saja di Tajikistan"
Thalib: "karna kami yakin gadis-gadis kami yang di Mesir pasti lebih baik dari pada yang di negara kami."

Ya..kemudian Tholib menjelaskan jika tujuan menikah hanya untuk kesenangan duniawi dan seks semata, itu sangat mudah bagi mereka. Mereka tinggal pergi ke Rusia. Disana gudangnya gadis-gadis cantik (langsung aku teringat dengan oxana fedorova, mantan miss universe 2002). Apalagi jika si gadis tahu kalau kita muslim, pasti mereka akan rela membayar berapapun supaya kita mau sama dia.

Kemudian aku bertanya, apa alasan mereka suka dengan muslim? Tholib menjelaskan, mereka para gadis Rusia sudah rahu bahwa agama islam melarang penganutnya untuk Zina, ini berarti muslim itu setia dan tidak akan selingkuh. Alasan lainnya, muslim dilarang minum minuman keras. Hal ini kemudian membuat orientasi lain. Kata tholib pemuda-pemuda rusia kebanyakan minum arak yang menyebabkan mereka lemes, dan mungkin akan menyentuh pasngannya cuman sekali dalam seminggu. Begitulah pandangan gadis rusia terhadap muslim.

Kemudian kenapa kami lebih menyukai gadis di Mesir karna kami yakin gadis di mesir lebih menjaga kehormatan mereka sebagai wanita. Di Mesir, gadis-gadis Tajiki hampir semuanya memakai cadar. Sebelumnya mereka mungkin hanya bejilbab biasa saja.tapi setelah mereka datang ke mesir meraka akan malu karna teman-teman mereka semua berjilbab.

Ya..aku mengakui rata-rata gadis Tan-Tan dan Rusia mereka bercadar, namun meski mereka bercadar mereka tetap kelihatan cantik. Jika berpapasan kita bisa melihat dari mata mereka yang biru ke hijau-hijauan dan timbulan kain cadar karna hidung mereka yang mancung.

Selain itu, rata-rata gadis Tajiki yang disini mereka punya basic agama yang kuat, mereka hafal qur'an dan menjaga pergaulan. Tidak seperti gadis-gadis di dalam negri.
Jalan sama laki-laki dll. "Wah sama dong dengan Indonesia," kataku.

Kemudian temanku menyayangkan sikap gadis-gadis indonesia di Mesir. Dia sering melihat pasangan indonesia jalan bareng, kencan di jalan-jalan bahkan dia pernah mergoki dua sejoli indonesia lagi ngedate di warnet(…..). Untuk soal ini aku nyerah nggak ada pembelaan deh.

Aku : Terus bagaimana kalian mencari istri kalau kalian tidak saling kenal?
Tholib: diantara kami kan disini sudah ada yang berkeluarga, kemudian kami minta bantuan kepada saudara kami tersebut. Siapa tahu istrinya mempunyai kenalan gadis-gadis yang baik. Setelah itu biasanya kami akan di tunjukkan beberapa photo gadis-gadis, nah jika kita cocok kita bisa nanya lebih lanjut tentang dia misalnya apakah hafal al-qur'an atau bagaimana nasab keluarganya dari keturunan baik-baik atau tidak. Jika kita cocok, gantian kita yang mengirim photo, untuk dimintakan pendapat apakah si gadis juga setuju jika di nikahkan dengan pelamar.

Beitulah cara mereka mencari pasangan hidup, menikah tanpa pacaran. Saya jadi berpikir, menikah tanpa kenal memangnya tidak beresiko terjadinya konflik ketidaksamaan orientasi dll. Tapi kemudian saya ingat beberapa teman mahasiswa di Indonesia di Mesir yang menikah juga tanpa pacaran dulu. Begitu juga salah satu putra kiyai ku. Beliau juga menikah tanpa pacaran dulu.

bagaimana dengan aku nanti….calon pacar pertamaku dah disamber orang, terus calon yang ke dua belum jelas…ah..pusing, sementara yang ketiga…belum lahir…ya Allah sisakan untukku satu dari gadis-gadismu…amin.





Wednesday, June 21, 2006

Pulang Kampung,Tradisi Liburan Mahasiswa Mesir

otakik

seremonial sebelum pulang kampung

Di Indonesia kita mengenal tragisi Pulang kampung. Adat ini kita temui biasanya pada saat hari raya, liburan semester atau kenaikan kelas bagi mahasiswa atau pelajar yang indekos. Begitu juga di Mesir, setelah ujian teman-teman mahasiswa disibukkan oleh persiapan pulang kampung, mungkin lebih baiknya tidak saya gunakan istilah pulang kampung karna sudah bertarap dawly (internasional), pulang negara mungkin cocok meski terdengar kurang enak

Memang, menikmati liburan bersama keluarga, saudara dan orang-orang tercinta akan terasa lain dan lebih berharga. Bercengkrama dengan orang yang sudah lama berpisah bisa merefresh kembali otak yang baru saja melakukan kerja rodi selama dua bulan (yaitu saat ujian.) Terlebih menghirup segarnya hawa pagi Indonesia merupakan hal yang sangat kami rindukan.. Tidak seperti di Mesir, pagi hari kita akan langsung disambut matahari yang lumayan agak menyengat.

Aroma tanah yang tersiram air atau terguyur hujan juga merupakan satu hal yang ngangeni. Di Mesir kita bisa merasakan bau tanah hanya saat perpindahan musim. Ya, di Mesir hujan hanya terjadi pada saat perpindahan musim. Setelah tanah terguyur hujan yang menandai perpindahan musim kita baru bisa menikmati bau debu yang Indonesia banged

Rata-rata teman-teman mahasiswa yang pulang adalah mereka yang duah dua tahun di Mesir. Saat tingkat dua memang waktu yang dirasa tepat untuk pulang negara. Itung-itung untuk me refresh otak supaya tidak bosen menghadapi rutinitas selama kairo. Alasan lainnya, seandainya pulang tingkat tiga mungkin akan lebih kerepotan, karna biasanya menjelang tingkat akhir kita akan lebih tarkiz atau konsentrasi dan mencari tambahan pengetahuan sebagai persiapan jika nanti pulang ke Indonesia. Namun ada juga beberapa mahasiswa yang memang diberi kelimpahan rezeki sehingga bisa mengunjungi keluarga dan orang terkasihnya setiap tahun.

Liburan musim panas tahun ini mungkin kairo akan agak sedikit sepi. Meskipun tidak ada pendataan jumlah mahasiswa yang pulang, namun diyakini setiap tahun jumlah mahasiswa yang berlibur pulang semakin meningkat. Hal ini biasanya menjadi topik obrolan teman-teman yang lebih memilih menikmati liburn musim panas di kairo. Mereka selalu membicarakan kawan-kawan yang akan pulang. Musim panas juga menjadi ladang subur bagi para broker tiket, karena meski harga tiket melambung dan tidak pernah turun namun seperti saya katakan tadi peminat atau mahasiswa yang berlibur juga semakin banyak.Contoh untuk tiket penerbangan sekarang paling murah $ 700, tapi bandara baru internasional kairo semakin sesak oleh pemudik Indonesia.

Kadang kita membayangkan, bagaimana ya.. rasanya pulang negara. Bertemu keluarga, mengunjungi sahabat-sahabat yang sudah lama terpisah atau berjumpa dengan seseorang yang dicinta. Wah indah sekali dunia ini.. Bagaimanapun keadaan Indonesia, tapi dia adalah negara kita, tanah air dan tempat kita mengukir sejarah perjalan kehidupan kita. Sejak lahir kita sudah menghirup udaranya. Telapak kaki kita sudah menginjak buminya. Meskipun kita sudah sampai luar negeri dan mungkin di luar negri keidupan atau kondisinya lebih baik, namun Indonesia tetap yang terbaik. Saya juga pernah membaca sebuah ungkapan yang di katakan oleh seorang tenaga kerja Indonesia di luar negri "hujan batu di negri sendiri lebih baik dibanding hujan uang di negara orang."

Kita mahasisswa yang tidak mungkin merasakan nikmatnya berlibur ke Indonesia mempunyai taktik khusus untuk mengobati kangen terhadap keluarga. Biasanya kita ikut melepas pemudik sampai bandara. Tidaklah heran jika bandara sering penuh dengan wajah-wajah melayu. Mungkin bisa diungkapkan, satu orang yang pulang, yang mengantar satu RT. Selain itu kita bisanya nitip lewat teman yang mudik. Dari Mesir kita nitip surat atau oleh-oleh sekedarnya untuk keluarga, dengan begitu nanti dari Indonesia kita mendapatkan titipan balasan. Hal ini bisalah dihitung sebagai obat kangen dari Indonesia.

romil8

romil dan rustam, dua teman saya dri rusia sesaat sebelum mudik.

Tradisi berlibur juga dilakukan oleh mahasiswa asing lainnya. Kalau penghuni asrama dimana saya tinggal, Rusia menempati angka tertinggi dalam jumlah pemudik. Seperti pada tanggal 18 juni yang lalu, saya melepas dua teman Rusia yang pulang (asal negara bagian Tatarstan dan Degistan). Kebanyakan mereka bilang ingin merasakan musim panas di Rusia karna tidak tahan dengan panasnya kairo. Disamping itu nilai mata uang mereka yang tinggi, jadi biaya tidak begitu menjadi soal. Selamat jalan para pemudik, semoga selamat samapai tujuan dan oleh-olehnya kami tunggu.

Salam untuk keluargaku di bekasi dan di magelang. Miss u soo.

Wednesday, May 17, 2006

Pria Metroseksual


Dulu, kita boleh berpikir, bahwa dandan hanya milik mereka kaum wanita. Berdandan diidentikkan dengan kaum feminim. Namun sekarang, pusat-pusat perawatan tubuh untuk kaum laki-laki tersebar dimana-mana. Seorang laki-laki yang mempunyai kebiasaan bersolek tersebut dikenal dengan istilah “metroseksual”. Seperti contoh, dewasa banyak laki-laki yang menyempatkan waktunya untuk gym, facial, messeage, ke salon dll.

Mungkin sebagai seorang laki-laki, mereka tidak sadar, apakah mereka tergolong metroseksual atau pun bukan. Akan tetapi, kegiatan mereka bisa dimasukkan dalam kategori pria metroseksual.

Laki-laki metroseksual dalam pikiran penulis bukanlah suatu gejala kelainan gen (tidak normal), namun lebih ke pemahaman yang lebih dalam yaitu, pria yang memiliki perhatian besar terhadap penampilan, seperti perhatian mereka kepada fisik dan jiwa.

Membersihkan wajah dengan facial cream, mencukur jenggot, merapikan kumis, fitnes, gym, yoga dan berpenampilan rapi, begitulkah kira-kira sebagian ciri kaum metroseksual. Ciri-ciri laki-laki metroseksual ini bisa ditemukan pada gaya hidup laki-laki modern.

Dalam kehidupan laki-laki modern gaya hidup metroseksual merupakan suatu tuntutan, Karna dalam menjalin relasi dengan orang lain penampilan sangatlah membantu. Oleh karna itu, mereka (lelaki modern) dituntut untuk selalu tampil fresh, rapi dan wangi.

Banyak orang menganggap laki-laki metroseksual sebagai cowok centil ataupun ganjen, atau yang lebih ganas menganggap laki-laki metroseksual sebagai Gay. Akan tetapi, kenyataannya berbeda. Laki-laki metroseksual termasuk kaum straigh, tidak seperti anggapan yang berkembang selama ini.

Tokoh yang dijadikan icon laki-laki metroseksual adalah david beckham. Penampilan bintang lapangan ini selalu mampu memikat penggemar, baik itu cowok ataupun cewek. terbukti gya nya selalu menjadi trend mark. Dengan model rambut yang berubah-ubah, badan atletis, muka bersih, jenggot tercukur rapi, David bukan hanya menjadi bintang di lapangan, tetapi juga menjadi bintang iklan.

Jadi, bukanlah salah jika laki-laki mulai memperhatikan penampilannya. Dengan menjaga penampilan kita akan menghormati orang. Agama kita sendiri pun juga menganjurkan agar kita selalu tampil baik. bagaimana kita akan mebantah statemen bahwa islam itu jorok, klemprot, klowor dll, Bukankah Allah gamil yuhibbu gamal ?

Monday, March 27, 2006

Ku taruhkan Diri Pt. 25 (Derita kantong Kering)


27 march 2006
Ya..uang yang aku punya hanya 75 pister (Pt, mata uang pecahan Mesir, senilai Rp 1000). Tapi hari ini aku harus keluar dari Bu'ust (asrama dimana aku tinggal). Aku memang harus keluar karna aku sudah punya janji. Tujuanku adalah PMIK (Perpustakaan Mahasiswa Indonesia Kairo) dan Hay 10 (distric 10 yang berjarak sekitar 20 kilo dari asramaku) tepatnya di sekretariat KSW. Tapi dengan uang yang aku milki sekarang manalah mungkin? Untuk karcis bus saja mungkin hanya bisa untuk satu kali jalan. Pikirku dalam hati.

Akhirnya, dengan modal nekat aku putuskan untuk keluar, sambil berharap nanti bertemu teman dan aku bisa pinjam uang darinya. Setelah sholat Ashar aku keluar. Mungkin memang nasib lagi mujur, aku tak perlu lama menunggu bus. Belum ada sepuluh menit aku berdiri di halte, bus 995 datang.

Yup..s! aku naik bus. Kubayar karcis seharga Pt. 50. dan otomatis uang yang ada di kantongku tinggal Pt. 25 (sedihnya aku..).

***
Setelah sampai markas PPMI (Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia) aku langsung naik ke atas karna PMIK ada di lantai lima gedung yang sekaligus menjadi secretariat PPMI. Kemudian aku isi daftar tamu dan angket yang ada di sebelah meja penitipan barang.

Tujuanku ke PMIK selain berniat meminjam buku, aku mau menyerahkan buku yang dihibahkan oleh bapak-bapak UIN Jogja. Sedangkan tujuanku ke hay 10 karna aku punya janji dengan ketua KSW, Agus Hidayatullah.

Setelah beberapa lama di PMIK, aku berniat langsung ke hay 10. tapi sebelumnya aku harus mencari suntikan dana. Karna nggak mungkin aku hanya bermodal Pt.25. langsung saja aku naik ke kantor terobosan berharap ketemu malingkay ilyas, aku bisa pinjam uang sama dia karna kami satu asrama. Tapi malang, malingkai lagi keluar . langsung aku ke kantor PPMI. Disana ada talqis yang bulan kemarin pernah aku pinjem uang sama dia. Tapi aku lihat dia lagi sibuk dan mau ada acara. Akhirnya aku urungkan niat untuk minjem uang.

aku kemudian ke halte dengan harapan nanti ada bus 939 warna merah, yang ongkosnya Pt.25.

Tapi..lama aku menunggu, bus yang aku nanti tidak juga datang. sebentar lagi adzan maghrib berkumandang. Cepat ku ambil keputusan untuk menunggu bus di perempatan awal hay 7. dengan maksud disana lebih banyak bus yang bisa aku pilih. aku pun kemudian jalan sekitar
2 kilo.

Dalam langkah kakiku menuju awal
hay 7 aku sempat berangan-angan, seandainya ada orang yang memberiku uang 100 Pt saja aku akan sangat bersyukur. Tapi aku sadar..dengan keadaanku seperti sekarang rasanya hal itu sangat tidak mungkin. Aku bukanlah nabi yang hanya dengan angan-angan semuanya akan terkabul menjadi kenyataan.

Sampi
iqomat maghrib aku beluim juga mendapatklan bus. karna sudah qomat aku putuskan untuk solat maghrib dulu.

***

Pt.25.
aku mempunyai dua pilihan, pertama ,jika bus yang dateng pertama adalah 24 C atau 926 atau 80 coret dari arah Hay 10 berarti aku ke buust (berarti aku pulang ke asrama dan membatalkan janji dengan ketua KSW). kedua , jika bus yang datang adalah 939 atau 80 dari arah Darosah berarti aku ke hay 10 (bertemu dengan ketua KSW). dan kalau yang dateng adalah Metro berarti aku ke Hay 8.

di tengah udara musim
dingin Cairo aku sendiri berharap cemas dengan ketidak pastian..orang-orang yang sedari tadi menunggu bis langsung bisa memilih bus dengan semau mereka sesuai dengan ongkos yang ada. Namun aku masih terdiam sambil berandai-andai jika aku mungkin diberi rezeki lebih saat itu, aku tidak perlu kepanasan di awal sabi’ (pintu masuk Hay 7)
Sewaktu lagi nunggu, bus 995 dan 65 lewat. Aku bayangkan seandainya aku punya uang!? Mungkin aku nggak akan kedinginan seperti ini . aku bayangkan seandainya uangku Pt. 50, duh indahnya!

Se
telah lama menunggu akhirnya Metro datang. Ya..! berarti aku ambil pilihan ke tigaku, ke hay 8.

***
Aku turun di halte yang
depan cafe c'est la vie hay 8. aku jadi bingung mau kemana?ada tiga tujuan yang bisa aku tuju. Ke rumah pak bukhori? Ke rumah Musyaffa? Atau ke asrama wami?

Kalau kerumah pak bukhori hanya mau minjem uang aku pikir malu. Kalau nginep? sekarang aku nggak bisa nginep diluar
karna aku punya jadwal Tahfidz intensif sehabis subuh setiap hari di asrama. Kalau kerumah Musyaffa' ,lebih malu lagi karna aku minjem troli belum aku balikin. Wah pusing nih!

Akhirnya alternatif terakhir aku ke asrama wami. Disana paling tidak ada Ayoub dan Farih. Semoga saja mereka ada. Setelah aku masuk wami aku panggil farih, adik kelasku. Alkhamdulillah dia tidak keluar dari asrma hari ini. Ayoub juga, sedang ada di kamar.

Setelah basa-basi sedikit antara aku, farih dan ayoub. Ayoub keluar meninggalkan aku dan farih, rencananya
ayoub mau masak bubur kajang ijo untuk makan malam.
Krna yang ada hanya aku dan farih langsung saja Aku utarakan niat awalku sama farih kalau aku mau minjem uang. Mendengar hal itu Farih histeris. Tak pernah terpikir olehnya punya kakak kelas semiskin ini (mungkin itu yang dia pikirkan). Akhirnya farih langsung merogoh saku. "tapi cuman ini mas..kalau kurang, ada di atas!". kata farih.
"dah cukup, Cuma buat ongkos saja kok" jawabku.
Setelah uang kuterima, aku ngobrol-ngobrol sebentar lalu pamitan.
Akhirnya setelah selesai hajat aku langsung pulang. Ya..uang dari farih cukup lah sampi akhir awal bulan april.

Begini
derita mahasiswa yang tak bisa mengandalkan harta dari orangtua,namun mempunyai tekad untuk bisa membuat bangga orangtuanya. Ya aku, hidupku di mesir hanya mengandalkan beasiswa yang aku dapat setiap awal bulan dan dari kerja bantu-bantu beberapa ayah angkatku di mesir.
Membaca cerita ini membuatku teringat kembali, tentang asrama ku, halte dimana aku biasa menunggu bis, wisma nusantara, Hay 6. Hay 7, Rob’ah Al-adawea, Hay 8, Hay 10. Tempat yang sangat familiar bagiku. Terlebih Hay 8. Disana ada satu keluarga yang sangat membantuku selama aku di cairo. Terima kasih pak, ada Mitos dari orang Mesir “ Barang siapa yang sudah minum air Nil pasti suatu saat akan kembali ke Mesir… semoga.

Friday, March 24, 2006

Panasnya Cairo Siang Ini

masjid al-azhar tampak dari depan

Jam 12.48 waktu cairo, setelah selesai jamaah solat dzuhur di masjid al-azhar aku langsung pulang. Karna hari ini aku Cuma punya dua mata kuliah. Seperti biasanya aku putuskan untuk jalan kaki, selain lebih ekonomis siapa tahu lewat perjalanan pulang aku bisa menangkap banyak pelajaran.

Kalau kurasakan, hari ini sangatlah berat. Panasnya matahari menyengat dan membakar kulit . Bau aspal terbakar juga silaunya matahari membuatku harus mengecilkan mata ketika berjalan.

Perjalanan dari al-azhar ke asramaku memakan waktu sekitar 20 menit. Kalau dimakan hati, jalan selama 20 menit di siang hari yang panas, sendiri wah..nggak bakal sampe. Tapi aku orangnya simple..

Bagiku dua puluh menit tidaklah lama. Karna hal ini sudah menjadi keseharianku. Kendala hari ini Cuma perbedaan cuaca yang sebelumnya musim dingin, jadi waktu jalan tidak terasa panas. Dan juga banyak dari kawan dari berbagai Negara yang juga jalan kaki ke kampus.

Aku juga termasuk pejalan cepat. Terbukti dari beberapa teman yang selalu interupsi ketika aku ajak jalan, kata meraka langkahku seperti langkah maling. Ah ..masa bodoh. Aku jawab, orang yang jalannya cepat mempunyai orientasi kedepan yang lebih tinggi dan lebih menghargai waktu. Lihat saja orang jepang!

Keluar dari pintu samping al-azhar aku berjalan ke arah kanan. Sekitar tiga ratus meter , terdapat rumah sakit husein. Rumah sakit milik Al-azhar. Aku menyeberang , Ku ambil satu-satunya lorong yang ada disitu. Karna aku pikir lewat jalan dalam tidak terlalu panas. Sinar matahari tertutup bangunan-bangunan tinggi yang menjadi pemukiman penduduk.

Tapi, untuk itu aku harus membayar lebih. Kawasan sekitar al-azhar adalah kawasan kumuh, bau sampah dan pesing semakin menyengat oleh panasnya matahari musim yang sudah masuk ke musim panas. Kontan aku harus menutup hidung sebagai bayaranku.

Ternyata baju koko lengan pendekku tidak mebuatku nyaman. Atau mungkin karna bahan dasarnya tisu yang semakin panas jika terkena matahri? Disepanjang perjalanan aku sering ngedumel. aku lihat bus-bus travel membawa para touris lalu lalang seperti Overland travels, egypt flowers, cleopatra dan king tout, beberapa nama bus yang sempat aku rekam Uh...enak sekalii pikirku..duduk di bus AC panas-panas begini.

Tapi kadang aku merasa bersyukur sekali jika kubandingkan dengan pengemis yang ada di sepanjang jalan, seperti Pria kaki buntung, seorang kakek yang duduk lunglai, seorang wanita dengan anaknya yang selalu meminta kepada setiap mahasiwa asing yang sedang menunggu bis di mahattoh. Paling tidak, menurutku aku lebih beruntung dari mereka. Alkhamdulillah ya..allah. meski aku juga nggak punya uang, meski setiap kuliah jalan kaki, tapi aku masih tenaga, kesehatan yang memungkinkan untuk teus berjuang di negri fir'aun ini.

Aku juga berpapasan dengan anak-anak petani yang membawa hasil pertanian mereka seperti wortel, bawang yang diangkut dua keledai kurus. Satu hal yang aku benci dari mereka dan semua anak-anak kecil mesir, mereka selalu iseng menyapa hai...orang korea... jam berapa..atau what's your name? Memang, orang mesir kadang memanggil orang asia bermata sipit sebagai orang korea. Hal ini akibat dari diputarnya dua film seri korea pada tahn 2004 yaitu autum in my heart dan winter sonata. Dua film ini memang terhitung berhasil diputar di mesir.

Hal lain yang aku lihat aku berpapasan dengan gadis-gadis mesir. Karna saat-saat seperti sekarang ini adalah jam keluar sekolah. Diantra mereka sangat beragam dalam berdandan. Tapi mayoritas karna ini musim panas, kebanyakan dari gadis-gadis mesir lebih suka memakai pakaian ketat.

Setelah kira-kira satu kilo aku berjalan. Aku sampi di pertigaan. Dua jalan semuanya bisa sampai ke asrama, terus atau belok ke kanan. Tapi aku lebih suka memilih belok ke kanan. Alasannya sama. ya..lebih sejuk.

Jalan yang kuambil adalah kawasan kepolisian. Bangunan pertama di seberang jalan atau sebelah kiri, terdapat bangunan tertulis Riasah qitho' al-amn al-markazy kalau dalam terjemahanku aku artikan sektor utama keamanan pusat. Gedung berwarna oranye keputih-putihan itu memiliki 3 pintu gerbang, tapi cuman satu pintu yag dijaga ketat. Namun disetiap pintu memilki menara kecil yang dijaga oleh seorang tentara di atasnya.

Kira-kira 200 meter dari pertigaan aku sampai di persimpangan jalan lagi. Diujung jalan sebelum persmpangan ada masjid berbenruk telur. Mesjid ini juga milik kepolisian. Dari persimpangan kemudian aku belok kiri. Dari awal ketika aku belok, tugu bunderan asramaku sudah kelihatan, kira-kira 200 meter-an.

Bangunan yang ada di jalan ini. Sebelah kiri adalah nadi (club olahraga) yang dimilki oleh kepolisian juga. Sedangakan di sebelah kanan adalah tempat latihan para calon polisi. Diwaktu pagi kita bisa mendengar mereka baris-berbaris, ataupun aba-aba terikan seperti merka latihan ketangkasan.

Siang hari, suara tembakan selalu menemani setiap langkahku di siang hari. Tak berapa lama aku sudahh bisa membaca tulisan Al-Azhar Al-Syarif Madinat Al-Bu'ust Al-Islmamiyah / islamic mission city, asrama putra yang dimiliki al-azhar. Kami biasanya menyebunya Bu'ust.

Ya...Cairo siang ini panas sekali. Bukan hanya panas dari sengatan matahari.namun udara juga terasa panas memanggang kulit. Tapi Al-khamdulillah, akhirnya aku sampai juga di Asrama. Aku akan ambil makan siangku kemudian akan ku cobba memejamkan mata, biar bisa menyambut malam dengan fresh. Cairo akan terlihat Indah di malam hari sat musim panas.
Salam hangat dari Cairo
-najib-

Saturday, February 04, 2006

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Masisir



A. Sekelumit Dunia Masisir

Mengamati bagaimana siklus pendidikan mahasisiwa Indonesia di Mesir (masisir) sangatlah rumit. Karena layaknya hidup, kita tidak bisa mengkalkulasikan secara matematis. Disana terdapat hal-hal yang tidak terduga.

Untuk tahun ajaran 2004-2005, indek prestasi belajar masisir menjadi sorotan. Pada tahun tersebut kuota mahasiswa baru (maba) mencapai angka seribu lebih. Namun, melonjaknya jumlah mahasiswa tidak lah menjadi kabar gembira, karena prosentase rasib (kegagalan) juga meningkat, mencapai angka 56 %.

Fenomena kegagalan yang menjadi sorotan tahun 2003 tersebut, lebih banyak kepada mahasiswa baru. Ini bisa disimpulkan telah terjadinya shock culture yang dialami oleh mahasiswa baru. Hal ini lumrah, dan pasti dialami oleh setiap pelajar yang hendak meneruskan belajar ke luar negri.

Shock culture ini disebabkan oleh sindrom karena perbedaan budaya akibat perpindahan dari satu tempat (negara) ke negara lain. Disini, gaya hidup mulai dari hal kecil sampai besar hampir terdapat perbedaan. Yang sangat terasa oleh mahasiswa dalam dunia kampus adalah, tradisi absensi dan bahasa.

Memang tidak salah menjadikan Mesir menjadi labuhan untuk mencari ilmu. Jauh-jauh ke luar negri, memang negri yang terkenal dengan negrinya para nabi ini pantas untuk dijadikan pilihan utama. Terlebih mereka yang dari awalnya berniat mempelajari ilmu-ilmu agama.

Al-azhar, dimana hampir seluruh mahasiswa Indonesia belajar disana, memang tidak meragukan, dilihat dari kebesaran namanya. Namun jika hanya mengekor pada kebesaran sebuah nama, hanya gelar Lc saja yang akan di dapat. karena apalah arti lulusan luar negri, jika mutunya tidak lebih dari jebolan negri sendiri, atau malah lebih rendah dari produk dalam negri?

Alasan lain yang tepat memilih Mesir sebagai naungan meneruskan jenjang studi (islam) adalah, karena perkembangan pengetahun islam di Mesir mendapat perhatian lebih dibandingkan dengan negara-negara arab lainnya. Berbagai penerbit dan bermacam buku mudah didapat di Mesir. Bahkan negri yang disebut dengan ummu al-hadhoroh (sumber peradaban) ini terkenal sebagai pusat dari khazanah keilmuan islam. Dikarenakan mudahnya mendapatkan dan menemukan berbagai literatur disini.


B. Kairo Membuat Terlena

Teringat pada pepatah arab lama, "kairo, jika kau tidak mampu menguasainya, maka ia yang akan menguasaimu." Dalam tulisan ini penulis mencoba menganalisa beberapa faktor yang menjadi peyebab kegagalan dan keberasilan mahasiswa.

Faktor-faktor yang menjadi alasan mengapa mahasiswa gagal diantaranya:
1. Organisasi

Menyelami dunia masisir secara lebih mendalam penulis bisa menyimpulkan ketrampilan menejemen diri dan waktu serta mempunyai study skill (kecapakapan belajar) adalah hal yang paling penting. Karena dunia yang bersentuhan setelah tiba di Mesir sangatlah beragam. Bukan hanya dunia kampus (yang justru cederung jarang tersentuh), namun juga terdapat berbagai organisasi yang akan mereka temui dalam keseharian mereka.

Diantara berbagai organisasi tersebut semisal PPMI (Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia), sebgai induk dari seluruh organisasi yang ada, juga organisasi kekeluargaan (kedaerahan), organisasi almamater dan afiliatif. Paling tidak setiap mahasiswa menjadi anggota dari empat organisasi tersebut, yang mengagendakan berbagai kegiatan.

Dengan banyaknya organisasi tersebut mahasiswa mungkin akan kebingungan membagi waktu dan mengatur diri. Yang selanjutnya aka terjadi ketidakseimbangan waktu yang dialokasikan untuk studi ataupun di organisasi.

Tidak jarang, acara ataupun agenda organiasi bersamaan dengan waktu perkuliahan. Ataupun, karena terlalu padatnya kegiatan oraganisasi kadang mahasiswa terlena di dalamnya, dan tidak sempat untuk mengikuti kuliah dosen. Waktu yang ada hanya habis untuk melaksanakan kegiatan tanpa memperdulikan kuliahnya.

Namun, organisasi tidak bisa secara mutlak menjadi kambing hitam untuk kegagalan. Bagaimanapun juga, setiap mahasiwa akan menjadi bagian dari organisasi, baik secara lambat ataupun cepat. Karena dunia mahasiwa itu dinamis, dan organisasi adalah bagian dari dinamika mahasiwa. Selain itu, Tidak sedikit pula mahasiswa yang aktif di organisasi namun prestasi belajarnya Lancar. Bahkan nilai yang di peroleh dari hasil ujain pun membanggakan.

Meski sering terdengar kalimat: "dia gagal tahun ini karena sibuk di organisasi." Pernyataan seperti itu bisa jadi benar. Namun, melihat kenyataan, tidak semua orang yang berorganisasi kemudian gagal, hal itu bisa dibantah. Kesemuanya tergantung bagaimana pribadi Mahasiswa menyikapi organisasi tersebut. Apakah akan terlena dengan kesibukan? Atau berusaha menemukan jalan studi dan organisasi.

2. Mudahnya Sarana Hiburan

Menjamur dan murahnya layanan dunia maya (internet) bisa dijadikan faktor sukses dan gagalnya mahasiswa. Dunia cyber mempunyai manfaat dan memberikan berbagai kemudahan untuk mahasiswa. Bahkan zaman sekarang, orang yang gagap internet bisa di bilang ketinggalan zaman. Dengan layanan internet setiap orang bisa mengetahui berbagai peristiwa dan kejadian di seluruh penjuru dunia.

Dengan layanan ini pula setiap orang bisa mencarai berbagai referensi dari berbagai macam disiplin ilmu pengetahuan. Jika hasil dari kecanggihan teknologi ini dugunakan seperti hal tersebut di atas, hal ini sangat mendukung untuk keberhasilan mahasiwa. Dan servis online ini pun bisa dijadikan sarana refreshing.

Namun, jika kemudahan dan murahnya internet ini hanya untuk chatting yang berlebihan, downloading yang kemudian membuat terlena untuk hanya nonton film, penulis yakin, tidak seorangpun berani menjamin, keberhasilan akan tercapai.

3. Keburukan Sistem

Selain itu, sistem yang dipakai al-azhar tidak bisa diketahui. penulis berani mengatakan bahwa sistem di al-azhar sangatlah tidak mendukung untuk keberhasilan. Semisal, turunnya muqoror (diktat kuliah) tidak jarang terlambat, juga kondisi perkuliahan di kampus yang sangat tidak mendukung. Dengan keadaan ruang kuliah empat meter persegi, fasilitas seperti bangku dan meja yang mudah untuk dibongkar pasang sangatlah tidak mendukung, situasi yang sangat tidak kondusif dan gaya penyampaian yang tidak representatif.

Telah kita ketahui, prosentase kehadiran muhadhoroh (hadir dalam ruang kuliah) tidak menjadi hitungan, artinya al-azhar tidak mempermasalahkan, apakah mahasiswanya datang ataupun tidak. Akan tetapi, bagi masyarakat Indonesia hal ini aneh dan langka. Ketika masih di Indonesia, hadir di tengah kuliah mendengarkan penjelasan dosen merupakan kewajiban. Secara tidak langsung, dengan menghadiri muhadhoroh setiap mahasiswa akan mendapatkan "blue print" (penjelasan langsung) yang dikeluarkan oleh dosen.

Dengan seringnya menghadiri kuliah, mahasiswa akan mengetahui secara detail karakter setiap dosen pengajar. hal ini sangat efektive, dari pada membaca dan mengikuti bimbingan-bimbingan dan mencari tahdid ketika menjelang ujian, meski hal tersebut juga sangat banyak membantu. Nah, "blue prin"t ini mahal harganya, karena dari situ mahasiswa sudah bisa menerka tentang kisi-kisi pertanyaan yang akan di ujikan nantinya.



4. Kendala Memahami Bahasa

Sindrom lain yang diakibatkan oleh shock culture adalah kendala bahasa. Selama di Indonesia, bahasa, kebanyakan dipelajari secara teoritis, kecuali beberapa pondok pesantren modern yang sudah menggunakan sitem particum language untuk komunikasi sehari-hari. Namun itu belum juga banyak membantu. Karena bahasa arab yang dikenal selama di Indonesia akan terdengar dan dirasa lain ketika kita sudah sampai di negara arab langsung.

Walaupun bisa dibilang, selama di Indonesia kita menguasai kaidah-kaidah bahasa arab (nahwu dan shorof) dan komunikasi bahasa arab adalah praktek sehari-hari, itu belum menjamin. Terutama bagi mereka yang tidak terbiasa membaca literatur-literatur arab. Karena sistematika dan perkembangan bahasa, mahasiswa jarang yang bisa langsung memahami muqoror. Dibandingkan bahasa yang biasa digunakan di Indonesia, semisal bahasa klasik (bahasa kitab kuning).

Bahasa juga menjadi sangat penting karena semua referensi yang dipakai menggunakan literatur arab. Bayangkan jika kita tidak bisa menguasai bahasa arab, yang menjadi bahasa pengantar dan komunikasi sehari-hari. Bermula dari kebingungan dalam menangkap penjelasan dosen, bisa jadi timbul keengganan mahasiswa untuk datang ke kampus. Mereka lebih cenderung membaca sendiri ataupun belajar kelompok. Padahal dari sini kadang terjadi suatu persimpangan antara pemahaman dosen dan pemahaman yang dihasilkan oleh mahasiswa itu sendiri.

Selain kecakapan dalam menangkap dan memahami bahasa pengantar. Mahasiswa juga dituntut untuk trampil dalam menghafal dan ta'bir (pengungkapan / menyusun kalimat dengan bahasa arab). Karena sistem yang menjadi senjata pamungkas dalam ujian, ada diantara dua hal itu, sistem hafalan ataupun pemahaman. Dua hal tersebut harus dikuasai oleh setiap mahasiswa. Karna karakter yang dimiliki oleh setiap dosen berbeda-beda. Ada yang memakai sistem pemahaman dan juga hafalan. Dan juga ada mata kuliah yang memang harus dihafal, seperti materi al-qur'an.

Materi hafalan al-qur'an, biasanya juga menjadi momok tersendiri bagi setiap mahasiswa, terutama mahasiswa tingkat akhir. Delapan juz awal al-qur'an harus dihafalkan di luar kepala. Banyak dari mahasiswa berani berspekulasi tentang ayat-ayat yang akan keluar dalam ujian, namun yang namanya spekulasi hanyalah rabaan atau perkiraan. Beruntung jika soal yang di perkirakan keluar, jika tidak?

5. Kondisi Lingkungan

Faktor lain, keselektifan dalam memilih teman bergaul dan tempat tinggal. Secara tidak langsung, faktor lingkungan akan memberikan corak dan warna terhadap sikap dan pribadi kita. Seseorang yang hidup bersama sekelompok mahasiswa yang rajin kuliah, pasti akan terbawa ikut rajin kuliah, begitu juga sebaliknya.

Seorang mahasiswa mungkin bisa mempertahankan idealisme atau prinsipnya. Semisal, bahwa sebagian besar waktunya setiap hari harus lebih banyak digunakan untuk membaca, ataupun segala sesuatu yang bisa menambah pengetahuan dan Intelektualitasnya. Tentunya idealisme tersebut akan terwujud jika situasi dan kondisinya mendukung. Namun bagaimana jika keseharianya dari lingkunganya hanya joking, shopping, cahtting, watching dan traveling. Nah, meski bertahan, mungkin bisa dihitung dalam hitungan hari. Karena jika situasi seperti itu, kebanyakan kita sulit untuk mengatakan, tidak (menolak)!

Penulis tidak mencela hal tersebut diatas (traveling, shopping, chatting, watching), karena hal tersebut juga diperlukan untuk mereda suhu otak. Tapi yang penulis maksudkan di sini adalah, terlalu banyaknya waktu yang terbuang untuk refreshing. Tidak jarang kita mendengar "mengapa belajar terus, manusia perlu resfreshing?"

Ya, jika tenaga mekanik saja membutuhkan pendingin, apalagi otak manusia? Membutuhkan waktu untuk hiburan atau refreshing adalah hal yang pasti. Tapi orang lain tidak bisa menilai kadar kesuntukan atau hal dimana seseorang membutuhkan hiburan. Setiap pribadi lebih tahu, berapa porsi kejenuhan dan seberapa porsi pas untuk me-refresh otaknya. Masing-masing individu juga lebih bisa menilai seberapa porsi yang telah dihabiskan di depan monitor, atau porsi yang telah dihabiskan bergelut dengan buku. Apakah porsinya di attabah, mall lebih banyak atau lebih sedikit dibanding waktunya duduk dibangku kuliah. Setiap pribadi mempunyai ukuran dan standar yang berbeda.


3. Sibuk Mencari Penghasilan

Hal lain yang dapat mempengaruhi prestasi masisir adalah, kerja. isu hangat tahun 2003 adalah penipuan yang dilakukan oleh para broker di Indonesia. Demi untuk mendapatkan untung, para broker memberi impian indah para calon korban. Iming-iming segala kemudahan dan fasilitas yang akan di terima setelah tiba di Mesir. Kemudahan yang dijanjikan adalah semisal beasiswa ataupun asrama.
Ketika sesampai di Mesir, mereka mengalami semacam disorientasi. Kenyataan yang mereka terima sangat berlawanan. Beasiswa susah, karena dengan banyaknya jumlah pendaftar maka persaingan akan semakin ketat. Sedang asrama yang dijanjikan, hanya dalam angan.

Calon mahasiswa dengan bayangan segala janji yang menggiurkan, dengan modal tekat dan nekat, memutuskan untuk belajar di Mesir. Ternyata, kemudahan-kemudahan hanyalag janji-janji broker. Akhirnya, karena kesulitan finansial yang dirasakan, demi untuk menyambung hidup di negri fir'aun ini mereka bekerja.

Namun, kitapun tidak bisa menyalahkan seratus persen, bahwa, bekerja adalah berlatar belakang dari tipuan broker. Mayoritas mahasiswa yang bekerja adalah desakan dari masalah finansial. Diantara mereka memang menantang untuk bekerja, dengan prinsip ingin mandiri. Walaupun sebenarnya bisa mendapatkan kiriman dari orang tua. Faktor bekerja ini lama-kelamaan bisa berpengaruh dan mengubah study oriented mahasiswa. Teringat dari angel yang pernah diangkat suatu buletin kairo, "belajar sambil bekerja atau bekerja sambil belajar?’

Bekerja sambil belajar. Jelas, bahwa belajar adalah prioritas utama. Bekerja dijadikan fasilitas untuk menghasilklan sesuatu yang bisa dijadikan sarana yang mendukung keberhasilan studi. Dan dalam memilih pekerjaan pun akan lebih selektif. Dalam mengatur waktu juga diusahakan bagaimana seproporsional mungkin.

Namun, jika motto diatas diubah, bekerja sambil belajar. Maka orientasi dan sikap akan berubah. Yang mendapat perhatian lebih adalah bekerja, sedangkan belajar lebih menjadi menu tambahan. Tidak penting apakah waktunya bekerja lebih banyak. Sepulang dari kerja langsung istirahat. Kesehariannya dirumah hanya untuk istirahat, setelah itu harus kembali bekerja. Jika kesehariannya seperti itu, maka tidak ada waktu untuk mengikuti kuliah,


C. Beberapa Pendukung

Selain beberapa penyebab yang dianggap sebagai pemicu turunya indeks prestasi masisir, penulis mencoba menganalisa faktor-faktor keberhasilan yang telah diraih oleh masisir. Memang tgidak salah menjadikan Mesir menjadi labuhan untuk mencari ilmu. Jauh-jauh ke luar negri, memang negri yang terkenal dengan negrinya para nabi ini memang pantas untuk dijadikan pilihan utama. Terlebih mereka yang dari awalnya berniat mempelajari ilmu-ilmu agama.

Banyak hal yang mendukung keberhasilan mahasiswa di negri piramid ini. Setiap ulama ataupun intelek bisa dengan mudah ditemui, bahkan bersedia diundang untuk datang pada seminar yang diadakan oleh mahasiswa. Dengan mudah, mahasiswa pun bisa secara langsung bertanya dan berdiskusi. Hal seperti ini jarang bisa ditemui di Indonesia.

Beberapa faktor yang bisa menjadi faktor keberhasilan mahasiswa adalah
1. Banyaknya lembaga bimbingan.

Lembaga bimbingan ini biasanya diadakan satu atau dua bulan menjelang ujian pertengahan atau akhir tahun. Hampir setiap organisasi mengadakan bimbingan belajar ini, baik dari senat, organisasi kedaerahan (kekeluargaan), afiliatif ataupun almamater.

Kegiatan ini lebih diprioritasakan untuk mahasiswa baru. Karena bantuan dari bimbingan ini akan sangat terasa. Mahasiswa baru yang memiliki kendala menangkap bahasa pengantar mendapatkan kendala serius. Terlebih muqoror (diktat kuliah) yang sulit didapat, ataupun keterlambatan turunnya muqoror. Mereka akan terbantu dengan penjelasan yang diberikan oleh tutor yang biasanya dipilihkan dari senior-senior yang membidangi materi mata kulaih tersebut.

2. banyaknya perpustakaan dan toko buku.

Hal ini secara tdaka langsung menjadi faktor penentu keberhasilan seorang mahasiswa. Dengan adanya perpustakaan dan toko buku mahasiswa akan banyak mendapatkan banyak referensi untuk pengetahuan mereka. Karena ilmu itu bukanlah pendapat yang satu, tapi dari berbagai pendapat. Jika hanya mengandalkan muqoror, maka hanya sedikit pengetahuan yang didapat dan hanya satu pola pikir yang diperoleh, tidak mengetahui bahwa ada pendapat yang lebih rasioanalis, yang bisa jadi pendapat baru ini mengcounter pendapat yang ada di dalam muqoror.

Tercatat di Mesir ada lima perpusatakaan besar dan berjuta toko kitab (buku) yang tersebar dan mudah ditemui. mahasiswa Indonesia pun mempunyai perpustakaan yang menyediakan layanan peminjaman terhadap anggotanya, PMIK (perpustakaan Mahasiswa Indonesia Kairo). Selain perpustakaan dan toko buku, wujud dari perhatian pemerintah terhadap minat baca, satu kali dalam setahun diadakan cairo international book fair (CIBF) yaitu pameran buku internasional yang diikuti oleh berbagai penerbit seluruh negara arab. Untuk tahun 2006 ini sudah menjadi pameran yang ke-38.

3. lembaga kajian dan seminar
Kegiatan dari mahasiswa kairo juga banyak yang mendukung, artinya beraroma intelektual dan ilmiah. Seperti lembaga lembaga kajian dan seminar yang diadakan oleh berbagai organisasi yang ada di Kairo.

D. Merujuk pada tujuan utama

Setelah membaca uraian diatas, secara garis bear bisa penulis simpulkan, kegagalan dan kesuksesan studi setiap individu dari masisir, adaah bagaimana kecakapan personal dalam memproporsionalkan waktu dan kebiasaan keseharian mereka. Kesuksesan juga tergantung pada target dan prinsip. Akan tetapi sebagaimana diketahui, layaknya hak, prinsip tidak bisa dipraktekkan secara mutlak. Karena akan berbenturan dengan prinsip yang dimiliki oleh orang lain.

Sebagai trik hendaknya setiap mahasiswa tahu celah-celah, dimana dibutuhkan ketegasan dalam memegang prinsip dan disaat kita dituntut untuk lebih toleran. Pandai-pandai memilih dan menempatkan hal. Prinsip dalam hemat penulis, bahwa pada dasarnya mutlak dan kaku, namun dalam pelaksanaanya fleksibel (lentur).

Bisa dimulai dengan membuat sebuah time organizer untuk kegiatan diri sendiri. Memang metode semacam ini terkesan klasik, namun dari time organizer tersebut kita bisa belajar tentang menejemen diri, mengenai kiat menemukan target harian atau mingguan. Dengan menejemen seperti ini kita akan lebih fokus terhadap garis mendatar atau jalan terbaik untuk mencapai hal-hal yang kita targetkan.

Memperbaiki kebiasaan kita, temukan prinsip "anda adalah adalah apa yang anda lakukan". Atau dalam suatu kata yang lain dikatakan, kita adalah apa yang kita kerjakan berulang-ulang, karena itu keunggulan bukanlah suatu perbuatan, melainkan sebuah kebiasaan. Sean covey menulis dalam buku the seven habits of higly efective people:

"taburlah suatu paradigma maka kau akan menuai perbuatan
Taburlarlah suatu perbuatan, maka kau akan menuai kebiasaan
Taburlah suatu kebiasaan, maka kau akan menuai nasib."

Sebenarnya banyak dari kita yang menyadari dan telah menemukan naskah dari hidup kita yang tidak efektif. Namun terasa berat untuk merubahnya.
Seperti terlalu banyaknya waktu senggang. Dan juga terlalu banyaknya "liburan" yang berlangsung dalam waktu lama. Terlalu banyak nge-game, terlalu banyak film, terlalu banyak waktu yang kita jalani tanpa disiplin. Terkadang kita tidak menyadari, bahwa seseorang yang mengambil jalan tanpa tantangan maka akan semakin memboroskan hidupnya.

Penulis yakin setiap kita yang datang ke Mesir, mempunyai suatu impian. Meskipun akhirnya impian tersebut berubah ataupun hilang karena beberapa faktor. Mencoba menemukan kembali impian, Mengingat misi pribadi dan menjadikannya sebagai target akan menambah spirit dan motivasi gairah belajar.

Memilih suasana yang mendukung kesuksesan studi. Berusaha untuk membedakan hal-hal yang penting ataupun tidak. Dan gantungkanlah diri pada prinsip. Gunakan waktu dengan mengisi kegiatan yang efektif, yaitu, suatu kegiatan jika anda mengerjakannya secara teratur akan membawa perbedaan positif yang luar biasa. Ingatlah! efektifitas kita merupakan kesempatan perbaikan kedepan jika kita telah melewatinya.

Tingkatkan kemampuan study skill yang meliputi penguasaan mendengar, merangkum dan mengungkapkan. Bersikap mandiri. Meskipun tidak terpaut presentase kehadiran, akan lebih baik jika kita mengikuti kuliah dosen, demi untuk mendapatkan "cetak biru dosen".

Selain itu, setiap organisasi yang ada di Kairo selayaknya menciptakan iklim yang bisa memberikan kontribusi untuk kesuksesan mahasiswa. Setelah usaha-usaha lahiriah, tentunya kita yakin, bahwa tuhan lah penentu semuanya. Wa Allah a'lam