Tuesday, October 25, 2005

Syeikh Thantowi; Bencana Tidak Ada Hubungannya dengan Tuhan

Minggu ini untuk pertama kalinya setelah presiden mubarok terpilih kembali, wizaroh al-auqof (departemen kementrian yang mengurusi masalah wakaf) kembali menggelar musabaqoh al-qur’an tingkat internasional. Musabaqoh yang menjadi agenda tahunan ini diikuti oleh 65 negara termasuk semua negara arab. Sedangkan peserta yang ikut dalam kegiatan ini mencapai 105 peserta. Mereka semua terklasifikasi dalam empat jenis perlombaan.

Dikesempatan yang sama Seperti yang dilansir sawt al-azhar (harian mingguan Al-azhar), grand syeikh Al-azhar, Syeikh Thantowi mengadakan audiensi dengan mahasiswa dari Ain Al-syam university. Dalam pertemuan ini syeikh Thantowi mengatakan bahwa gempa dan berbagai macam bencana yang tertjadi akhir-akhir ini tidak ada hubungannya dengan murka tuhan terhadap manusia.

"secara syariat kita tidak bisa menghubungkan bencana-bencana alam seperti kelaparan, gempa dan berbagai kejadian alam lain dengan murka tuhan terhadap manusia. Karna bencana tersebut terjadi secara merata baik di negara muslim ataupun non muslim." Tegas beliau.

Selain itu, dihadapan mahasiswa Ain Al-syam university syeikh Thantowi menolak pengklasifikasan yang ada dalam islam selama ini. Menurut beliau islam adalah satu. Islam adalah agama yang membawa misi kebenaran dan keadilan.

Disinggung masalah ikhtilath (capurnya wanita dan laki-laki) yang terjadi dalam suatu majlis. Syeikh Thantowi mempunyai dua pendapat. Pertama; jika pertemuan tersebut untuk sesuatu yang tidak baik maka hukumnya haram, namun jika suatu majlis untuk kepentingan yang baik seperti contoh untuk mencari ilmu atau tujuan yang jelas maka hal itu tidaklah dilarang.

Mahasiswa Ain Al-syam juga menanyakan tentang pembaharuan konteks keagamaan kepada syeikh yang dalam beberapa pendapatnya dinilai kontroversial ini. Beliau menjawab, konteks keagamaan sebagaimana konteks-konteks kehidupan yang lain haruslah diperbaharui seiring dengan berkembangnya kehidupan umat manusia. Namun tidaklah berarti kemudian mendatangkan hadist-hadist yang do'if atau kemudian membenarkan perkara yang bertentangan dengan islam. Namun pembahruan tadi menggunakan kaidah usul lama kemudian mengaplikasikannya kedalam kehidupan masa kini menggunakan metode kontemporer.

Permaslahan lain yang ditanyakan adalah masalah hijab dan niqob.menurut grand master pengganti syeikh gad al-khaq ali gad al-khaq ini, hijab bagi wanita adalah sebuah tuntutan yang mendekati kepada wajib. Sedangkan untuk masalah niqob beliau menjelaskan belumlah ada nas yang secara jelas memerintahkan untuk memakai niqob. Niqob masih sebatas kebiasaan dan tradisi yang diwariskan secara turun temurun. (sawt al-azhar (18/10) ^-^mas naguib)

Sunday, October 23, 2005

UU Larangan Khitan Perempuan; Solusi yang Memuaskan


UU Larangan Khitan Perempuan; Solusi yang Memuaskan

Khitan terhadap perempuan, suatu pembahasan yang tak kunjung menemui keputusan final baik dilirik dari tinjauan medis ataupun agama. Satu pandangan berpendapat bahwa khitan terhadap perempuan merupakan keutamaan ajaran agama. Sedangkan kelompok lain berpandangan bahwa khitan terhadap perempuan hanyalah budaya sebuah negara yang dipengaruhi oleh lembah nil (tradisi pedalaman nil). Jadi khitan terhadap perempuan tidak mempunyai kaitan dengan syari'at agama. Tapi hanyalah sebuah kebiasaan klasik bari qobilah-qobilah negara afrika yang dilalui oleh sungai nil.

Dewasa ini praktek khitan terhadap perempuan telah menjadi sorotan. Banyak LSM dan organisasi perempuan menentang praktek ini, dengan dalih khitan merupakan tindakan kekerasan dan merusak hak reproduksi perempuan. Banyak negara mengeluarkan petisi melarang praktek ini. Bahkan di Inggris telah mengeluarkan peraturan yang dinamakan "female general multilation act" yang isinya antara lain melarang orang tua membawa putrinya keluar negeri untuk menjalani khitan. Karna diperkirakan banyak orang tua yang mebawa anaknya keluar negri untuk dikhitan. Ketentuan ini mempunyai sangsi hukum penjara 14 tahun bagi yang melanggar.

Sudah tercatat juga 16 negara-negara afrika yang mengundang-undangkan larangan khitan ini. Selain undang-undang, sangsi yang dikenakan adalah kurungan 6 bulan hingga satu tahun. Benin, Chad, Niger mengeluarkan peraturan ini pada tahun yang sama, 2003. etiopia, jibuti, burkina faso, ghiena, senegal, tanzania dan togo baru tahun lalu menetapkan pelarangan ini. Selain itu negara afrika selatan ternyata sudah mengundangkannya sejak tahun 1996. Dan masih banyak negara afrika dan negara maju di eropa yang sudah mematenkan larangan khitan terhadap kaum hawa.

Peninjauan yang dilakukan di negara-negara afrika yang kemudian menyebabkan negara-negara kulit hitam ini mengeluarkan undang-undang melarang sunat terhadap perempuan adalah, akibat buruk dan trauma yang ditimbulkan dari tradisi ini. Menurut perkiraan PBB, sekitar 28 juta perempuan Nigeria, 24 juta perempuan Mesir, 23 juta perempuan Ethiopia, dan 12 juta perempuan Sudan, dengan sangat terpaksa telah menjalani sunat ini. Dikisahkan, seorang gadis asal Togo bernama fauziya kasinga (17) melarikan diri dari negaranya dan meminta suaka di amerika karna dipaksa untuk dikhitan.

Sunat terhadap perempuan di afrika tergolong kejam karna dilakukan dengan cara infibulasi clitoris (pemotongan) sampai dalam, bahkan sampai terjadi penjahitan terhadap vagina minora (mulut vagina luar). Terlebih khitan perempuan Mesir kuno, dilakukan dengan cara yang tragis. Selain pemotongan sampai akar kemudian dilakukan penjahitan pada vagina dan hanya disisakan lubang kecil untuk air seni dan darah haid. Kemudian jika wanita tadi akan menikah jahitan tersebut dibuka kembali. (sumber UN Centre for human Right, "lembar fakta 23:praktek tradisional yang berbahaya bagi kesehatan wanita dan anak", 2000 : 353: komnasham-british council-jakarta).

Who (world health Organisation) pun sudah meyatakan bahwa sunat terhadap perempuan merupakan tindakan yang melanggar hak asasi manusia, melanggar hak atas penikmatan sepenuhnya standar kesehatan tertinggi yang dapat dicapai. seperti tercantum dalam pasal 24 (ayat 1 dan 3) dari Konvensi Hak Anak. Praktek inklubasi klitoris ini juga bertentangan dengan Undang-Undang (UU) Nomor 39 Tahun 1999 Pasal 46 Butir C menegaskan bahwa hak khusus yang ada pada diri wanita dikarenakan fungsi reproduksinya dijamin dan dilindungi oleh hukum.

Begitu juga population council lembaga yang aktif dalam melindungi hak-hak perempuan sudah mengeluarkan larangan praktek khitan terhadap kaumnya. Lembaga ini menilai sunat terhadap perempuan bisa merampas hak reproduksi perempuan dan merampas kesehatan serta kepuasan seksual.

study kasus yang dilakukan Population council ini menyimpulkan beberapa akibat yang ditimbulkan dari praktek ini. Sebagai misal; pendarahan, infeksi, rasa sakit, tekanan psikologi, persoalan kejiwaan yang membahayakan kehidupan perempuan. Atau jika sunat dilakukan dengan praktek tradisional bisa menyebabkan tetanus, ketidak suburan dan menjadi penyebab anemia.

Di mesir, Adalah Dr. Farhondah hasan yang getol membawa masalah ini ke parlemen. Ketika masih menjadi petinggi di hizb el-watony beliau sudah membawa aspirasi tentang pelarangan sunat terhadap perempuan kecuali melalui dokter khusus. Namun pendapatnya dimentahkan oleh syeik gad el-haq 'ali gad el-khaq, grand syeikh Al-azhar saat itu. Beliau (Dr. farhondah hasa) juga berpendapat bahwa sunat ini tidak mempunyai hubungannya dengan agama ataupun intervensi tokoh-tokoh agama.

Tertinggal dari negara-negara lain, di Mesir undang-undang larangan khitan perempuan masih menunggu putusan dari majma' buhus islamiah dan pendapat dari mufti gumhuriah, Doktor Ali Gum'ah. D. zaenab Ridwan ('amid kuliah dar el-ulum dan naggota majlis Al-Sya'b) menyetuji rancangan undang-undang pelarangan khitan terhadap perempuan jika di rundingkan antara rijal al-din (tokoh-tokoh agama) dan dokter-dokter spesialis. Beliau mengutip (فسألوا أهل الذكر) dalam tafsirannya beliau mengartikan setiap masalah harus ditanyakan kepada “ahlinya” yang pendapatnya pasti akan didengar orang. Dalam hal ini adalah para dokter spesialislah yang lebih mengetahui akan kesehatan reproduksi.

Menurut sebagina pendapat, praktek yang dinilai sebagai peradapan negri lembah nil ini dilaksanakan untuk mengurangi gejolak nafsu seks wanita. Karna iklim yang dingin lebih mendukung utuk mendukung bagi seseorang untuk mencari “kehangatan”. Dari situ jika wanita tidak dikhitan maka akan liar dan lebih banyak meminta "ML" untuk sekedar memenuhi kehangatan mereka.

Menyikapi hal ini ulama-ulama al-azhar memegang pendapat yang lebih bersifat toleran. Meraka mengembalikan masalah kepada dokter. Jika memang dipandang mempunyai dampak positif maka lebih dianjurkan, namun jika terdapat bahaya maka meniadakan khitan adalah tindakan utama.

Memang khitan dipandang sebagian orang merupakan sunah untukmemuliakan wanita,namun sebagian lain berpandangan tradisi tersebut tidak mempunyai nas agama ataupun sunnah. Bahkan hadis tentang khitan perempuan didho'if-kan oleh muhadditsun dan tidak pantas untuk dijadikan landasan dalil (Dr. Qusbi zalath, ros el-yusuf n0.4035 8:14/10/2005).

Khitan memang ada pada rosul, beliau sendiri pun pernah mengkhitan putrinya. Dan rosul memang tidak pernah mengingkari tradisi ini. Namun, hadis itu pun masih belum menegaskan putusan masalah khitan. Sesuai lima fitrah manusia yang terdapat dalam sebuah hadis adalah hitan, mencukur bulu kemaluan, bulu ketiak, menggunting kuku dan memendekkan kumis. Nah, Hitan disini lebih spesifik kepada laki-laki. Dan pembahasan untuk wanita berhenti pada keutamaan saja.

Dalil yang dijadikan landasan oleh orang yang melakukan khitan wanita adalah hadis ummu 'atiyah yang mengatakan jangan berlebihan dalam menghitan perempuan karna itu lebih/disukai perempuan dan disenangi laki-laki.namun hadis ini dipandang doif dan mursal karna ada sebagian yang rowi yang hilang sehingga tidak cocok untuk dijadikan sumber hukum.

Doktor mahmud 'asyuro, mantan wakil azhar berpendapat masalah khitan terhadap perempuan adalah masalah medis yang seyogyanya diserahkan kepada para tabib (dokter) bukan kepada tokoh-tokoh agama. Karna para dokter adalah orang yang lebih mengetahui segala bentuk akibat yang ditimbulkan oleh praktek khitan ini.

Di indonesia putusan inipun sudah berlaku. taman pendidikan al-qur'an Assalam bandung yang sudah beroperasi sejak 1948, sekarang mendapatkan pengawasan langsung dari WHO dan staff population council dalam menjalankan prakteknya.

Memang, sebuah keputusan bijak adalah menyerahkan masalah ini kepada si mustakhiqoh ataupun ahli medis yang lebih mengetahui seberapa besar akibat dari praktek ini. Bagaimana bentuk kesehatan reproduksi perempuan hanya mereka juga yang tahu. Kenyataan yang ada, banyak LSM dan lembaga aktifis perempuan justru menentang praktek ini. Tidak menutup kemungkinan, undang-undang larangan khitan perempuan adalah solusi kongkrit untuk memuaskan mereka. Bagaimana kita membuka mata?

Safari perpustakaan ke IV PMIK

Safari perpustakaan ke IV PMIK
Dengan membaca kita bisa berkeliling dunia, itulah sebuah kalimat yang pernah penulis dengar melalui debuah film ( kayaknya jodoh areta). Sebuah kalimat sederhana penuh makna. Dengan sekilas cernaan kita akan paham dan mengerti artinya. Namun, apakah pemahaman akan makna hanya berhenti begitu saja ?
Dengan membaca paling tidak kita informasi terkini dunia kita bisa mengetahui, pengetahuan akan bertambah, kita bisa membaca sejarah dunia masa lalu ataupun mengenal lebih dekat tokoh-tokoh dunia sebagai acuan untuk kita.
Buku dengan berbagai disiplin ilmu juga seolah memanjakan kita. Selalu menanti dan siap untuk memberikan berbagai solusi.
Perpustakaan mahasiswa Indonesia Kairo (PMIK) menyadari akan kebutuhan mahsiswa akan pentingnya dunia literatur, selasa (28/9) kembali mengadakan rihlah maktabah (safari perpustakaan) yang dalam kepengurusan tahun 2005-2006 ini merupakan kegiatan safari perpustakaan yang keenam.
Kurang lebih ada lima perpustakaan besar yang ada di Cairo di kunjungi peserta safari kemarin. Diantaranya perpustakaan Al-azhar, Dar Al-kutub, the great cairo library, perpustakaan IIT, dan perpustakaan Mubarok.
Rombongan bertolak dari wisma nusantara pukul 10.30 Wk, terlambat satu jam dari tentatif acara, sedangkan peserta rombongan check-in pukul 09.00 wk. keterlambatan ini dikarnakan kesalahpahaman antara sopir travel dan panitia. Sopir menunggu di masjid Rob'ah El-adawea sedangkan rombongan di wisma nusantara.
Perpustakaan yang pertama menjadi tujuan adalah perpustakaan Al-azhar. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh menit, romobongan safari sampai kemudian memasuki lantai dasar perpustakaan. Sebenarnya untuk saat ini perpustakaan Al-azhar tidak lah di buka untuk umum karna masih dalam masa renovasi, namun karna PMIK sudah mempunyai link dan nama bagi perpustakaan Al-azhar maka oleh direktur perpustakaan PMIK diberi waktu untuk sekedar meninjau.
Sangat disayangkan, manuskrip yang dimiliki oleh gedung 14 lantai tidak bisa diperlihatkan untuk seluruh rombongan karna dokumen-dokumen tersebut disimpan dulu menunggu renovesi selesai. Menurut direktur, dokumen yang dimilki oleh perpustakaan Al-azhar berjumlah 50.000 jenis dari berbagai disiplin ilmu.
Setelah dirasa cukup rombongan safari melanjutkan perjalanan ke perpustakaan dar el-kutub. Gedung yang terletak di pinggiran sungai nil ini mempunyai tujuh lantai yang dipenuhi berbagai buku dari berbagai bidang pengetahuan dan tersedia dengan berbagai bahasa. Diperpustakaan ini terbagi berbagai Qo'ah (ruangan) yang disesuaikan dengan pembahsan yang ada dalam buku.
Kemudian di ahir kunjungan di da al-kutub ini rombongan di tunjukkan tentang tata cara pemeliharaan manuskrip kuno, mulai dari pembersihan bakteri-bakteri, penambalan, penjilidan ulang, perendaman dll. Tampak sekali upaya dan kepedulian mereka akan pemeliharaan keotentikan sumber ilmu ini.
Dilanjutkan ke perpustakaan the great cairo library. Perpustakaan paling indah di cairo ini (disinyalir merupakan bekas istana) menyambut rombongan dengan antusias. Rombongan diajak ke penjuru ruangan mulai dari ruang baca, perpus media elektro, audio visual sampai ke dunia thifl (ruang anak-anak). Rombongan melanjutkan perjalanan ke perpustakaan IIT. Diperpustakaan yang agak tersembunyi ini rombongan tidak begitui lama karna masih ada satu perpustakaan lagi yang tersisa. Namun tidak mengurangi kepuasan safari, pihak perpus juga mengharapkan kedatangan peserta safari pada acara nadwah bersama Dr. Umar Hasyim minggu depan.
Perpustakaan terakhir, perpustakaan Mubarok. Di perpustakaan yang membuka peminjaman keluar ini rombongan sempat melihat latihan drama yang dilakukan oleh sekelompok group teater remaja mesir. Rombongan juga disambut oleh direktur perpustakaan. Menikamti sore cairo dari atas perpustakaan Mubarok nampak begiotu indah, ditemani angin semilir dan canda tawa romongan menambah keakraban antara staf dan anggota.
Setelah keakraban selesai rombongan bertolak kembali ke Nasr City, di perjalanan keakraban kembali dijalin. Safari yang indah dan mengeaankan, itulah kesan yang gambar dari seluruh peserta rombongan. Untuk semua staf dan anggota, maju bersama PMIK (tapi masih lapeer..:) )!!

Karna Ku Hanya Inginkan Dia

Hawa panas kairo menerobos melalui fentilasi jendela yang sengaja sedikit ku buka untuk mengurangi hawa panas yang di bawa oleh angin, beruntungnya kamarku berhadapan dengan pohon yang rindang, jadi dapat sedikit megurangi hawa panas matahari.
Ku nyalakan radio, biasanya untuk menemani makan siang aku putar tembang kenangan yang diputardi radio Nile Fm.

..I don’t know why
You said good bey
Just let me know
You didn’t go forever my love..

"Ups..lagu ini" bisikku dalam hati
Tak tau kenapa lagu ini begitu berkesan di hatiku, paling tidak setiap bait liriknya mengingatkanku pada seorang sahabat di negri yang jauh terpisah oleh lautan dan gurun.
Namanya Nura, gadis belia yang ku kenal kurang lebih satu setengah tahun lalu. Baik, sopan, ramah, bagiku dia.. So.. perfect lah. Ku mencoba memutar kembali memoriku dengan Nura.
***
"Keep in touch ya..!?" pintaku saat melepaskan kepergiannya di new Cairo air port.
"Insya Allah" jawabnya singkat sambil melempar senyum kepada rombongan yang melepas kepergiannya.
Berat meninggalkan Cairo, itulah yang aku tangkap dari wajah manisnya. Masih nampak sisa-sisa butiran air mata yang sempat tertumpah saat berpamitan dengan sahabat-sahabatnya.
Nura memang lahir dan besar di Cairo, terlalu banyak kenangan yang terukir di kota tua ini. Wajar saja kalau Nura terlihat enggan tuk meninggalkan bumi yang mengawalnya masa remajanya.
Nura memasuki ruang check-in beserta calon penumpang lain.
"kita dah bisa pulang.." tanya Ali, temen Nura.
"nanti aja siapa tahu over weight atau masih ada yang ketinggalan.." jawab om rudi, om Nura.
Beberapa menit kemudian, dia kembali muncul sambil melambaikan tangan, pertanda semuanya sudah beres tanpa masalah. Kami pun membalas lambaian tangannya.
"Nura..ati-ati" teriak pengantar.
***
"Maaf minta izin nge-add ID-nya ya " kalimat yang ku kirim lewat messege off line.
"boleh,ini siapa?" jawaban yang ku terima setelah beberapa hari kemudian ku buka YM (yahoo messenger).
Begitulah usaha awal aku mengenalnya. dengan gadis yang membuatku kagum dengan sikap ramah dan gaya santun bicaranya.
Awal komunikasi kami masih sebatas pada layar kaca, tapi aku bahagia, karna aku telah mengenalnya. Beberapa kali lewat pesan off line, akhirnya kami ketemu saat aku dan dia on line di YM.
"salam om.." sapa dia.
"salam.." jawabku agak sedikit kaget.
"dah lama..?"
"kok nggak nyala.." tanyaku beruntun.
"lumayan.."
"invsbl "
"takut diganggu ya..:))"
"gi ngapain.." dia ganti bertanya
"lagi browsing sekalian chatting"
"nggak kebalik ..chatt sekalian brows..ha..:))"
" :? " hanya emoticon yang ku kirim sebagai jawaban
...
"nura..saya off dulu ya..jatah OL nya dah habis"
"oh iya..nura juga mo udahan"
"wassalam"
"w3"
***
Beberapa bulan kemudian, Idul fitri 2004. Masyarakat indonesia di Mesir merayakannya di Nadi Al-Syabab Hay 6 kawasan Nasr City.
Ku langlahkan kakiku memasuki area tempat olah raga itu, selangkah ku angkat kaki kemudian ku amati suasana disana. Tiba-tiba kulihat Laras gadis smu al-azhar yang kukenal di training bahasa dan kebudayaan mesir,jalan bersama seorang gadis yang tak asing lagi bagiku..Nura..ya Nura.
Laras adalah temen ku juga temen dia, selama ini kadang laras lah yang aku jadikan perantara. Laras tampak senyam-senyum penuh arti. Tak kebayang perasaanku saat itu..dag..dig..dug..der.. Nura hanya beberapa langkah di hadapanku..gadis yang suaranya merdu..gadis yang selama ini selalu aku impikan..nura.. ya aku harus menyapa dia, masak beraninya hanya lewat YM. Hatiku meledek.
"laras..!! met idul fitri ya..mohon maaf lahir batin" kusapa laras.
"sama-sama kak..ucapan buat Nura mana?" laras mulai menggoda sambil melirik Nura.
"oh..nura..met idul fitri mohon maaf lahir batin.." ku sapa nura
"ya..sama-sama. kakak temenya laras?"
"begitulah.."
"saya juga minta maaf, sering ngirim off line…."
"ini Ra..yang kamu cari.." laras menjelaskan.
"o..nggak papa kok.. makasih ya"
Dua gadis itu kemudian berlalu.
"wuh..selamt ..jantungku nggak copot"
***
Beberapa bulan kemudian setelah berlalunya idul fitri, datanglah hari raya kurban. Berbeda dengan hari raya sebelumnya lebaran kali ini diadakan di KBRI. Cairo saat itu dalam musim dingin, suhu hari itu kita-kira 13 derajat celcius.
Ku cari laras..karna untuk acara seperti ini dia pasti datang. Di tengah pencarianku.tak sengaja aku bertatapan dengan Nura..
Ups mak..tatapan itu membuatku tambah menggigil.. karna jarak kami dekat, nggak mungkin untuk tidak menyapa. Akhirnya dengan perasaan yang tak menentu ku beranikan diri untuk menyapa.
"Nura apa kabar..?"
"Baik, alkhamdulillah..sendirian kak ?" dia ganti bertanya.
"iya nih..Nura ngliat laras nggak?"
"wah nggak tuh..dah makan?" sambil menawarkan bakso yang dia bawa.
"belum..nanti aja..makasih.."
"ya udah Ra..silahkan menikmati baksonya selamat hari raya idul adha..mau ketemu temen-temen dulu"
"ya..sama-sama"
***
Setelah hari itu, aku tidak pernah ketemu Nura lagi, ya..mungkin hanya salam yang aku titipkan lewat om Rudi. om Rudi memang sering berkunjung ke rumah Nura.

Suatu hari aku berniat buka berita cyber, seperti kebiasaanku aku selalu membuka YM setiap kali on Line.
"tok..tok..tok.." bunyi YM pertanda ada chatter masuk yang.
Nura is now on line kira-kira begitulah tulisan yang sempat muncul di pojok kanan komputerku. Niat untuk baca berita pun tertunda untuk sementara.
"salam.." sapa ku.
"salam..kak "
...
...
"maaf..ganti pembicaraan aja.." sesalku
"takut mengorek luka lama"
"gpp kok."
"justru makasih dah mau berbagi sama nura "
Nura bercerita panjang lebar mengenai kisah merah jambunya yang sempat membuatnya luka.dari situ aku tahu sekarang bagaimana Nura, pandangan dan prinsip hidupnya. Sebelum off aku sempatkan mita no ponsel dia, meski sebenarnya aku sudah mendapatkannya dari laras tapi aku tidak berani untuk mengganggunya. Siang itu meski bahagia namun aku sempat menyesal karna tentu aku telah membuka luka lamanya.
"Maafkan aku nura.bukan niatku membuka luka itu"
***
Berlalunya detik menjadi menit kemudian menjadi jam lalu berganti hari, minggu hingga akhirnya bulan hingga Cairo sekarang sudah musim panas lagi..ya..selain chatting sesekali aku telpon dan sms dia.
Ujian berlalu, kukirim sms atas selesainya dia menemuh ujian teriring doa smoga hasilya memuaskan. Sekalian ku tanyakan kapan kemungkinan dia pulang.
Seolah tak percaya ternyata dia pulang dua minggu lagi.
"kenapa secepat ini tuhan kau pisahkan dia dariku" akhirnya ku beranikan tuk telpon dia.
"sedih..mo ditinggal" sedikit ku bermanja.
"Dah beres semua" tanyaku.
"belum, belum beli apa-apa dan baju juga masih dicuci"
"Itu tanggal dah positif , nggak waiting list?"
"Doakan saja, padahal masih berat meninggalkan cairo"
"Kakak nanti dateng ya..sebelum nura pulang..kalo nggak sibuk he..he"
"yah mau pisahan dong"
"bagi nura nggak ada perpisahan buat kita..kalo jodoh pastilah ketemu. "
"ya nanti saya usahakan.."
"laras di situ ? "
"nggak ada..sibuk mungkin"
"gimana sih temennya mau pulang kok malah kabur"
"nggak papa kok, kalua kesini takutnya malah bikin repot"
***
Ditengah keramain aku merasa sendiri dan sunyi. Padahal acara perpisahan nura sangat rame, namun aku tetap merasa sepi. karna ku tahu beberapa hari lagi nura akan pergi. Aku gundah. Aku tak bisa tenang untuk hari ini. Setelah selesai acara , aku pulang karna menemani laras yang sudah dulu ditinggal teman-temannya.
"gimana ka' mau ditinggal?" laras mencoba meledek
"ya..kalo sedih wajar lah..namanya juga mo ditinggal."
"terakhir chat kapan ka' ?"
"kemarin sore "
"kaka bilang apa..?"
"ya..sedih mo pisahan.."
"terus dia .."
"dia bilang, nggak ada perpisahan antara kita..kalo jodoh pastilah ketemu.." aku sendiri tak berani menafsirkan apa-apa tentang kalimat itu.
"ada lagi..?" laras mengintrogasiku layaknya intel.
"just keep in touch" jawabku sekali lagi.
Rumah laras sudah nampak dari Perempatan jalan. Kamipun berpisah.
***
Cairo terasa panas, hari ini gadis penyejuk hati itu akan pergi, ya..aku gelisah karna kurasa aku akan kehilangan sesuatu yang begitu bernilai..

"mo brkt&tke offnya jm brp?klo msih ad wktu sy krmh kalo ngg' mo lgsng k airpot"
Ku kirim sms ke no Hp Nura.

Beberapa menit kemudian bunyi ada message baru. Aku yakin ini balasan tadi.

"brkt jm2,tke offny jm5,iya kmi tnggu brkt sma2aj,maksih klo mau dteng" bunyi balasan itu.

Sesampai di air port, kami ngobrol sebentar. Nura sendiri sibuk kesana kemari nervous mungkin. Sampai akhirnya waktu mengharuskan Nura untuk masuk. Kulihat Nura menangis di pelukan teman-temanya, ya..teman masa kecil hingga remaja, tentunya banyak kesan manis dan pahit yang sudah mengikat jiwa mereka. Tapi bagaimana lagi... nura punya cita-cita dan harus ikut keluarga.
"Nura.. udah.. nanti ketemu lagi..nggak usah nangis, dah sana masuk kluargamu dah nunggu tuh" om Rudi membujuk.
"Nura..!" papanya memanggil dari dalam ruang check-in
"dengan langkah berat nura memasuki detektor menuju loket check-in.
***
Kulihat di layar ponselku tertulis "1 messeage received".
"Siapa ini?" Gumamku dalam hati karna no itu nomer baru.

"Ass,maaf bru qrm kbr,gmn kbr cai?qrm kbr ttg cai slalu.
–nura-"

Alkhmdulillah, keep in touch. Kalimat itu yang dia minta di chatt terakhir. Ternyata bukan omong semata.

"Ya.. Allah engkau tahu apa yag sebenarnya dan sebaiknya. Terimakasih telah mempertemukaku dengan Nura, jaga dan lindungi dia. Permudahlah semua urusannya, tidak banyak yang aku minta, karna ku hanya inginkan dia"
Sebait doa ku panjatkan untuknya.

Cairo, 2 Oktober 2005

Bongkar Pasang cadar; Bagaimana kita menyikapinya?

Bongkar Pasang cadar;
Bagaimana kita menyikapinya?

Akhir-akhir ini Cairo kembali diguncang pembicaraan tentang cadar. kalau sebelumnya dihebohkan oleh beberapa mahasiswi yang rame-rame memakai cadar, kini beralih beberapa mahasiswi yang mulai buka cadar. Sampai-sampai beberapa buletin cairo mengangkat tema ini dalam setiap penerbitannya.

Buletin informatika edisi 98/1 Agustus 2005 dalam rubrik sastranya memuat cerpen dengan judul "sebuah keputusan" karya Heni Kulsum. Secara special tulisan ini dia (penulis cerpen) dedikasikan untuk Revivaliyat (mahasiswi depag angkatan 2003) dengan catatan akhir "jangan takut untuk mengambil suatu keputusan", dalam cerpen itu di kisahkan seorang gadis bernama Yuni yang divonis mempunyai penyaklit migrain dan alergi debu yang akhir-nya Yuni memutuskan untuk memasang tutup muka di wajahnya.

Penulis menangkap isi dari cerpen tersebut, Heni Kulsum ingin menyampaikan salah satu dari beberapa motivasi seorang gadis memakai cadar, dalam tokoh yuni dia menggunakan kesehatan sebagai faktor mengapa kemudian dia memilih untuk memakai cadar, dengan alasan Yuni tidak tahan terhadap bau debu terbakar dan parfum murahan yang dikonsumsi oleh sebagian besar mahasiswi di kampusnya.

Buletin informatika selanjutnya, edisi 99/16 agustus 2005, rubrik sastra memuat cerpen dengan judul "cadar basah" karya dari M. Hidayatulloh. Dalam karyanya pengarang cerpen mengisahkan penyesalan seorang gadis yang membuka cadarnya gara-gara meragukan keseriusan seorang ustadz yang dia cintai.

Akhirnya penyesalan terjadi pada diri si gadis karena harus kehilangan cintanya. Ternyata sang ustadz lebih simpatik terhadapnya ketika masih memakai cadar. Si gadis hanya bisa bersedih, menangis dan membasahi cadar dengan air mata penyesalanya.

Penulis membaca, pengarang cerpen dalam cerita itu berusaha untuk mengatakan bahwa wanita yang membuka cadar adalah untuk menarik perhatian lawan jenisnya. Membuka tutup muka untuk mendapatkan sebuah cinta. Sebuah kritik dan komentar yang lumayan menggigit.

Buletin lain yang juga pernah mengangangkat tema cadar adalah Terobosan edisi 278/11 september 2005, sebuah cerpen yang ditulis oleh abu gharib. berkisah tentang gadis bernama rita yang memutuskan untuk menggunakan tutup di wajahnya dengan alasan menjaga diri supaya terhindar dari fitnah dan lebih bisa menjaga tingkah lakunya sehari-hari, karna dia merasa pergaulannya terlalu berani sebagai mahasiswi Al-azhar.

Ketiga cerpenis di atas hendak menyampaikan pendapat meraka tentang fenomena buka tutup cadar mahasiswi Cairo. Mereka mengangkat tema tersebut sebagai reaksi sosial dari dinamika mahasiswi Cairo tentang buka-pasang cadar.

Selain dalam bentuk sastra (dalam buletin Terobosan dan Informatika), fenomena cadar buka cadar sempat menjadi angel dari sebuah buletin fatayat yang diterbitkan oleh fatayat PCI-NU mesir edisi VI/28 Agustus 2005. ada dua rubrik yang membahas tentang isu hangat cairo tersebut, rubrik analisa (fenomena cadar masisir ditulis oleh khairun niswatin. Lc), juga kolom (Fenomena Buka Cadar; Antara Dualisme Idealis ditulis oleh Ai’ Sulastri)

Fenomena pasang dan bongkar cadar.
Fenomena tutup dan buka cadar bagi kalangan mahasiswi Cairo bukanlah hal baru ataupun aneh. Kita bisa menemukan mahasiswi yang kita kenali sedang memakai cadar, dalam beberapa bulan atau musim depan bisa saja melepas atau membukanya. Dari yang bercadar hanya karna mengikuti trend (maaf) sampai yang tadinya sangat getol sebagai pahlawan bercadar.

Hijab (cadar), terlepas dari penafsiran dan perdebatan hukum pemakaiannya dalam fikih, bagi penulis merupakan pilihan dan hak privacy bagi seorang wanita muslimah. Apakah dia akan memakai atau menutup mukanya.

Idelanya seorang wanita haruslah mengkaji dan tentunya sudah berpikir matang sebelum memutuskan untuk memakai niqob. Begitu juga mereka (wanita bercadar yang kemudian melepasnya) haruslah mempunyai argumen kuat, mengapa harus membuka kain yang menutupi sebagian ataupun seluruh mukanya itu.

Penulis sendiri menyimpulkan tentang beberapa hal yang menjadi alasan mendasar yang mendorong wanita memakai cadar. Pertama: seorang wanita memakai cadar karna menurut keyakinannya hal itu merupakan suatu kewajiban (alasan syar'i) lebih dari sekedar afdholiyah (keutamaan), kedua: alasan kesehatan (alergi debu dan bau-bauan, dll), ketiga: keamanan dan kenyamanan. Wanita akan lebih merasa nyaman dan aman dari gangguan mata-mata yang biasa memandang dengan sejuta makna. Keempat: ikut trend mode.

Ketika memakai niqob kemudian berniat melepasnya, tentunya wanita juga memiliki tekanan psikologis. Bagaimana menghadapi komentar-komentar yang akan timbul dan tak jarang menyudutkan mereka. Berbagai reaksi pasti timbul baik itu reaksi positif ataupun negatif.

Penulis berpendapat, bahwa bongkar pasang cadar ini tidak bisa dijadikan tolak ukur untuk menjustifikasi kepribadian seorang wanita. Apalagi mengatakan plin-plan. Hal ini juga tidak bisa dijadikan perangkat untuk meragukan konsistensi seorang wanita. Hanya karna membuka kain yang telah menutupi sebagian besar wajahnya seorang wanita diklaim tidak istiqomah, mempermainkan hukum dll.

Memang, idealnya bagi seorang wanita harus memilki dasar dan komitmen yang kuat sebelum memutuskan untuk berniqob. Jangan sampai sekedar ikut-ikutan arus dan taklid buta. Jika seperti itu, maka hal ini tidak akan bertahan lama karna tidak berasal dari kesadaran sendiri.

Namun bukan berarti wanita yang bercaadar kemudian melepasnya adalah wanita yang hanya mengikuti trend saja. Tidak jarang wanita yang tadinya berpendirian kuat untuk bercadar akhirnya melepas juga. Ya..si wanita tentunya lebih tahu dari setiap kebijakan yang diambilnya. Karna wanita lah yang lebih memahami akan dirinya.

Begitulah fenomena bongkar pasang cadar. Adalah hal yang wajar dan sah-sah saja. Tidak perlu kita mengkritik ataupun mengeluarkan komentar yang berdasar hanya pada praduga. Seorang wanita mempunyai hak untuk mengambil keputusan tentang cadar, dan sebaiknya kita juga lebih arif dalam memandang hal-hal seperti di atas. Tuhan juga tahu setiap apa yang terbersit di hati setiap hambanya.

Janganlah berpandangan wanita bercadar itu lebih benar dan lebih baik, ataupun sebaliknya. Terlebih tentang hukum membukanya, karna masalah pemakaiannya pun juga masih menjadi hal yang mukhtalaf fih (debatable/masih menjadi perdebatan).

Wa Allahu A’lam


* Warga Islamic Mission City, Abbasea, Cairo.

Friday, October 14, 2005

Gerilya di Bulan Romadhon (sekilas potret masisir)

Romadhon karim, bulan penuh berkah dan ampunan. Bulan dimana amal dari setiap pahala manusia akan dilipatgandakan. Bulan diturunkannya al-qur'an. Berbagai kegiatan ibadah pun menjamur, dari yang wajib sampai yang sunah. Bulan yang disana terdapat malam terbaik dari seribu bulan, yaitu malam lailatul qodar.

Awal bulan romadhon 1426 Hijriah ini jatuh di penghujung musim panas. Dan langsung disambut winter cairo. Oleh karna itu, puasa tidaklah begitu terasa berat, mengingat waktu siang Cairo lebih pendek di musim dingin. Didukung hawa yang tidak mudah membuat capek.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat dan mahasiswa indonesia di Cairo begitu beragam. Agenda pasti bagi mahasiswa biasanya buka puasa bersama. Untuk merekatkan hubungan emosional biasanya agenda ini dilaksanakan perkekeluargaan, afiliatif, al-mamater dan organisasi-organisasi lain. Agenda lain seperti sholat tarawih, peringatan nuzul Al-qur'an tidak lepas dari kegiatan masyarakat indonesia cairo.

Kedatangan bulan penuh rahmat ini selalu dinantikan oleh setiap muslim. Untuk menambah investasi amal kebaikan mereka. Semua muslim di dunia memanfaatkan kedatangan bulan ini dengan baik. Begitu juga di mesir, baik warga asing ataupun penduduk pribumi tidak akan melewatkan bulan ini berlalu tanpa mengisi ruang kosong hati mereka.

Di bulan puasa ini kebaikan dermawan-dermawan mesir akan terlihat nyata di depan mata. Uluran tangan mereka akan langsung kita rasakan. Seperti contoh yang bisa dirasakan sehari-hari, tenda-tenda yang menyediakan ma'idat al-rahman (sajian buka puasa) akan berdiri di setiap masjid. Selain di masjid, ma'idat al-rahman hampir bisa dijumpai di setiap mahattoh (pemberhentian bis yang ada di setiap distric). Paling tidak, bagi masyarakat yang suka melakukan perjalanan tidak perlu khawatir untuk mendapatkan hidangan buka puasa.

Hal lain yang menunjukkan kepedulian sosial masyarakat mesir, pada akhir romadhon akan ada pembagian zakat atau infaq diberbagai tempat. Para warga rela antri untuk menunggu menerima zakat tersebut, pun juga mahasiswa asing baik yang berasal dari Indonesia, thailand, cyrzikystan, mongol atau mahasiswa dari negara-negara afrika. Tak jarang lautan manusiapun terjadi untuk mendapatkan minimal tambahan Le. 20 yang tentunya bagi kita nominal tersebut sangatlah besar.

Untuk masalah zakat atau infaq ini menjadi hal yang sangat menarik. Zakat/infaq ini dikeluarkan biasanya di sepuluh hari terakhir bulan romadhon. Namun menurut penulis, gerilya zakat ini akan memakan efektifitas waktu dan ritual-ritual lazimnya bulan suci. Karena di sepuluh hari terakhir itu kegiatan ritual keagamaan kita bisa berkurang dan mungkin akan hilang.

Memang, hasil yang didapat dari gerilya romadhon sangatlah menggiurkan. Jika dibandingkan dengan ukuran beasiswa bulanan mahasiswa tidak lah sebanding. Nominal Le. 20 adalah nilai paling sedikit yang diterima untuk satu tempat. Bayangkan kalau satu hari mendapat empat tempat. Tidak jarang juga tempat yang memberi junaih (pound) dengan angka depan diatas lima bahkan ada yang mencapai seratus pound.

Mahasiswa yang cepat dan tanggap akan informasi akan mendapatkan lebih banyak "barokah romadhon" ini jika mau cekatan. Seratus lima puluh dolar akan terkumpul dalam sepuluh hari terakhir bulan romadhon. Satu hari bisa tiga tempat atau lebih yang mengeluarkan zakat yang tersebar di ma'adi, roxy, ramses, tahrer, dan distric-distric di kawasan Nasr city. Tidaklah munafik, Sebagai mahasiswa dengan kantong tipis, penulis memang merasakan "berkah sepuluh hari terakhir" ini.

Memang, siapa yang menolak, hanya dalam sepuluh hari "gerilya" bisa mendapatkan pesangon lebaran seukur beasiswa enam bulan mahasiswa. Namun, hasil menggiurkan itu penulis rasakan mengorbankan sisi lain dari kekhidmatan dalam mengisi bulan romadhon sendiri.

Sepuluh hari terakhir, waktu dimana orang lebih giat dalam ritual keagamaanya. Di hari-hari itulah malam lailatul qodar biasanya turun. Disaat orang lain sibuk menanti malam lailatul qodarnya dengan berbagai ritual ibadah, "gerilyawan" sibuk memenyusuri jalanan cairo.

Pagi menjelang siang biasanya rombongan sudah berangkat. Menjelang dhuhur rombongan pulang kemudian istirahat. Menjelang sore, dirasa matahari tidak lagi menyengat, rombongan kembali beraksi. Atau ada yang berburu setelah maghrib sampai tengah malam baru pulang. Pikiran yang muncul selanjutnya pun, kemana besok kita akan pergi?

Gegap-gempita idul fitri di cairo memang tidak seperti di indonesia yang dituntut oleh berbagai keperluan lebaran. Tapi kebutuhan tidaklah pernah berhenti dan memandang sasaran. baik pria ataupun wanita, tua ataupun muda. Terlebih, Kita sebagai mahasiswa asing juga merasakan akan kebutuhan yang sangat. Selain untuk keperluan sehari-hari juga untuk memenuhi kebutuhan perkuliahan, wajar dan sangat manusiawi seandainya mahasiswa ikut antre.

Selain kegiatan diatas, masih ada juga mahasiswa yang mempergiat amal ibadah mereka di hari-hari terakhir romadhon. Mereka berbondong mendatangi tempat yang diyakini memilki keutamaan. Baik keutamaan itu dipandang dari segi historial atau yang lain. Masjid Amru bin ash dan masjid Al-Salaam nasr city tampak semakin manjadi favorite mahasiswa menjelang akhir romadhon.

Memang, hakikat mengisi bulan romadhon memang bukanlah sekedar puasa menahan lapar dan dahaga semata dan ibadah-ibadah kasat mata saja (tarawih, tadarus). Yang lebih penting adalah mengaplikasikan nilai inti dari puasa itu sendiri. Kesabaran, dan pengorbanan menahan diri dari segala nafsu. Ikut merasakan nilai-nilai sosial yang terkandung dalam hikmah puasa. Juga bagaimanakah peningkatan kita setelah romadhon nantinya.

Maka, dianjurkan untuk pandai-pandai mengatur waktu agar bulan penuh ampunan ini tidak meninggalkan penyesalan. Akankah bulan yang dinanti ini akan berlalu tanpa mengisi satu ruang kosong dihati?

Penulis tidaklah bermaksud sok idealis. Penulis hanya menggambarkan sebagian potret sosial mahasiswa cairo dalam menyikapi bulan suci. Dalam mengisi bulan suci ini kita kembalikan kepada setiap pribadi. Namun tetap dengan sedikit harapan, jangan sampai bulan yang di mulyakan dalam keyakinan agama kita ini, berlalu tanpa meninggalkan kesan pada batin kita.

Pada akhirnya hanya harapan dan doa yang bisa kita panjatkan. Semoga puasa dan amal ibadah kita diterima disisinya. Dan ruh romadhon akan tetap hadir walau telah berlalu, karna hakikat dari romadhon itu akan tetap ada, setiap saat.
Wa Allahu a'lam
Delete It Cancel