Wednesday, July 13, 2011

Catatan Santri 8 ; Cerdas Cermat Inagurasi Jamaah Pengajian se-Yekaterinburg

Yekaterinburg – Tiga jamaah pengajian dari tiga masjid yang ada di kawasan Ural mengadakan perlombaan cerdas cermat persahabatan di rayon Berozovski. Ketiga jamaah pengajian tersebut berasal jamaah masjid Ramadhan ( Himmas), jamaah Masjid Nur ( Baradulina), dan jamaah masjid At-tin (Berozovski).

Menurut imam masjid At-tin, Radifullah Hazrat, selaku tuan rumah menjelaskan, bahwa tujuan utama dari cerdas cermat ini adalah memperluas dan memperkuat silaturakhim sesama muslim di wilayah Ural.


Cerdas cermat terdiri dari dua kelompok. Masing – masing kelompok beranggotakan 12 orang, 4 orang dari jamaah Nur, 4 orang dari masjid Ramadhan, dan 4 orang dari masjid At-tin.

Kelompok pertama menggunakan nama “ Mirost ”, sebagai ketua kelompok adalah Farhad. Kelompok ini mempunyai yel – yel “ Islam sevodnya, zavtra I vsegda (islam hari ini, besok dan selamanya”.


Sedangkan kelompok kedua bernama “ Nur “, dikomandani oleh Radik, menggunakan yel – yel “ nasha jizn v islame, nasha mudrost v kur’ane, mi musulman (hidup kita dalam islam, cinta kita dalam Al- qur’an, kita Muslim) “

Untuk dewan juri terdiri dari lima orang ; Radifullah Hazrat ( imam masjid At-tin), Albert Hazrat dan Farhat Hazrat (imam masjid dan tenaga pendidik masjid Ramadan), dan Hakimyan Hazrat dan Gulsina Hanum (imam masjid dan tenaga pendidik masjid Nur).

Cerdas cermat terdiri tiga babak; pertanyaan pilihan, pertanyaan rebutan, dan saling memberikan pertanyaan. Pertanyaan yang diajukan memuat siroh nabawiyah, Tajwid dan fiqh. Sesuai dengan pengetahuan yang mereka terima selama satun tahun pelajaran 2010/2011.

Berlangsung selama satu setengah jam, cerdas cermat ini ditutup dengan pembagian hadiah. Kelompok “ Nur “ keluar sebagai pemenang. Namun setiap orang yang ikut dalam cerdas cermat tersebut mendapatkan hadiah yang sudah disiapkan oleh panitia.

Kesan dan Harapan Jamaah

Setelah pembagian hadiah, sambil menunggu waktu sholat, Rozaliya Ahmatova dan Ruslan Nurmametov memberi kesempatan kepada jamaah untuk mengungkapkan kesan dan pesan.

Elvira Sirtanova , jamaah dari masjid At-tin, mengawali sesi kesan dan pesan. Dia bercerita, bahwa dia mulai datang ke madrasah lima tahun lalu, masjid punbelum dibangun. Dia dan beberapa jamaah mengaji di sebuah kamar yang kecil. Saat itu dia belum tahu apa – apa. Dia datang karena memenuhi panggilan jiwa.

Dia mengatakan, dia merasa senang ketika pelajaran dimulai dan sedih ketika pelajaran berakhir. Seperti sekarang juga, dulu pun pengajian diadakan setiap hari minggu. Sampai sekarang dia masih datang ke pengajian untuk menambah pengetahuan. Dia juga berkeinginan bisa belajar di madrasah Muhammadiyah, Tatarstan. Secara pribadi, belajar islam memberikan banyak perubahan terhadap dirinya, dia sekarang merasa lebih sabar dan tenang.

Dari beberapa jamaah yang mewakili setiap kelompok pengajian semuanya mempunyai kesan yang sama, yaitu salut dan bangga atas kesabaran guru- guru mereka dan atas semangat yang selalu diberikan oleh guru - guru tersebut kepada mereka.

Para jamaah menyadari, bahwa mengajar murid seperti mereka sangatlah susah. Maklum, mereka belajar ketika usia sudah mulai lanjut ditengah segala keterbatasan kemampuan. Namun sekarang, mereka bisa membaca al-qur"an dan bisa sholat. hal ini adalah anugerah besar bagi mereka.

Para jamaah juga berharap, supaya diberi umur panjang sehingga bisa merasakan hidup lebih lama dengan para muslim yang menurut mereka semakin banyak. Acara ditutup dengan sholat dhuhur berjama’ah.

Keakraban dalam Makanan Tradisional
MAKAN
Setelah sholat dhuhur, semua jamaah dipersilahkan mencicipi makanan yang ada di hall masjid. sebelum masuk ke hall setiap orang diberi tiket oleh panitia. Tiket tersebut harus diletakkan di menu – menu yang dianggap paling enak menurut jamaah. Untuk menu yang paling banyak mendapatkan tiket dari jamaah, maka sang chief akan menjadi pemenang.

Makanan yang di sajikan sangat bermacam – macam, mulai dari makanan tradisional sampai makanan modern. Sepeti chak – chak , gubaiya, airan, epechmak dsb. Dari kesemua menu, epechmak paling banyak mendapatkan tiket dari jamaah. Akhirnya Razilla Sharipova (jamaah masjid Nur) keluar sebagai pemenang dalam kontes makanan tradisional tersebut.

Epechmak adalah makanan tradisonal suku tatar, dicetak diatas Loyang, bagian luarnya adalah tepung, bagian dalamnya, nasi dicampur dengan kismis, bisa dikombinasi dengan potongan jenis buah yang lain. Epechmak juga bisa dibuat dalam versi gurih, berisi nasi, dicampur ikan tuna, bawang dll.

Salam
Najib
Yekaterinburg, Sverdlovsk Oblast, Russia.

0 komentar: